Pencarian

IFRC 2026 di Mimika Diikuti 17 Tim dari 16 Perusahaan, Gubernur Papua Tengah Tekankan Budaya Keselamatan

Minggu, 25 Oktober 2026 • 13:46:01 WIB
IFRC 2026 di Mimika Diikuti 17 Tim dari 16 Perusahaan, Gubernur Papua Tengah Tekankan Budaya Keselamatan
Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa menghadiri pembukaan IFRC Papua Tengah di Mimika.

MIMIKA — Pembukaan IFRC Papua Tengah dihadiri Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, para bupati se-Papua Tengah, serta jajaran pemerintah daerah dan instansi vertikal. Turut hadir Kepala Kantor SAR Timika I Wayan Suyatna, Wakapolres Mimika Kompol Jaihot Limbong, Dandim 1710/Mimika, Danlanal, Danlanud, anggota DPRK, dan tokoh masyarakat.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Tri Winarno menyampaikan sambutan melalui video. Suasana pembukaan diramaikan penampilan artis lokal dan pertunjukan kru PT Freeport Indonesia (PTFI), dengan ratusan anak sekolah turut menyaksikan.

Keselamatan sebagai Nilai Dasar, Bukan Sekadar Prioritas

Ketua Organizing Committee IFRC Periyadi menyebut keselamatan merupakan landasan setiap tindakan, terutama di industri pertambangan yang berisiko tinggi. Menurutnya, kompetisi ini bukan semata adu kecepatan dan perolehan skor.

"Dalam industri pertambangan, keselamatan bukan hanya prioritas, tetapi nilai dasar dari setiap tindakan yang kita ambil," ujarnya.

Periyadi menambahkan, IFRC menjadi sarana menguji kemampuan, memperkuat pengalaman, dan membangun komitmen bersama dalam menerapkan budaya keselamatan. Ia mengajak peserta tampil profesional sekaligus membangun persahabatan antarpersonel penyelamat.

PTFI Ketiga Kali Jadi Tuan Rumah

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas dalam sambutan melalui video menyebut perusahaannya untuk ketiga kalinya dipercaya menjadi tuan rumah IFRC. Kepercayaan itu dinilai menjadi kesempatan untuk terus belajar, beradaptasi, dan meningkatkan kemampuan hingga mampu bersaing di tingkat dunia.

Tony menekankan penanganan keadaan darurat bukan pekerjaan satu orang. Keberhasilan penyelamatan membutuhkan keterlibatan seluruh personel, koordinasi yang baik, dan kemampuan mengambil tindakan tepat agar situasi darurat segera terkendali.

"Keselamatan dimulai dari diri sendiri," pesannya.

Ia juga berharap kondisi cuaca yang dipengaruhi fenomena El Nino tidak mengurangi semangat peserta. Kompetisi diminta tetap dimanfaatkan sebagai ruang belajar bersama dengan menempatkan keselamatan sebagai prinsip utama.

Peran Tim Penyelamat Tak Berhenti di Lingkungan Kerja

Perwakilan Ketua Pelaksana Didik Triwibowo menegaskan industri pertambangan dan energi memiliki tingkat risiko tinggi sehingga kesiapan personel serta keselamatan harus menjadi prioritas utama. Peran tim penyelamat tidak terbatas pada penanganan darurat di lingkungan kerja.

Kemampuan mereka, lanjut Didik, juga dibutuhkan dalam menghadapi bencana seperti banjir, tanah longsor, hingga kebakaran hutan dan lahan. Ia berharap pengalaman selama kompetisi diterapkan di lingkungan kerja masing-masing.

"Harapan kami, IFRC tidak berhenti hanya pada kompetisi. Para peserta dapat membawa pulang pengetahuan, pengalaman, dan kesiapsiagaan untuk diterapkan di perusahaan masing-masing," katanya.

Pesan Dirjen Minerba: Jangan Abaikan Keselamatan demi Kemenangan

Dirjen Minerba Tri Winarno menilai IFRC menjadi kesempatan berharga bagi peserta untuk bertukar pengalaman, memperluas jejaring, serta mempererat persahabatan dan kebersamaan. Ia berharap kompetisi meningkatkan keterampilan peserta sekaligus memperkuat hubungan antartim penyelamat.

Tri mengingatkan agar semangat berkompetisi tidak membuat peserta mengabaikan prosedur keselamatan.

"Tunjukkan kemampuan terbaik, tetapi jangan mengabaikan keselamatan demi mengejar kemenangan," tegasnya.

Gubernur Papua Tengah: Momentum Edukasi bagi Generasi Mendatang

Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa menyambut positif penyelenggaraan IFRC sebagai momentum memperkuat pemahaman tentang keselamatan sekaligus memberikan edukasi bagi generasi mendatang. Menurutnya, kegiatan ini menghadirkan pembelajaran berharga bagi anak-anak sekolah yang hadir di lokasi.

IFRC Papua Tengah dijadwalkan berlangsung hingga 31 Oktober 2026. Sebanyak 17 tim dari 16 perusahaan ambil bagian dalam kompetisi yang menghadirkan delapan tantangan atau challenge.

Follow papuaonline.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: papua60detik.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks