Pencarian

LMA Keondofoloan Waena Palang Jalan Alternatif Perumnas IV–Youtefa Graha, Minta Pemkot Jayapura Tangani Longsoran dan Sampah

Jumat, 16 Oktober 2026 • 13:46:31 WIB
LMA Keondofoloan Waena Palang Jalan Alternatif Perumnas IV–Youtefa Graha, Minta Pemkot Jayapura Tangani Longsoran dan Sampah
Jalan alternatif Perumnas IV–Youtefa Graha Waena dipasang palang oleh LMA Keondofoloan.

JAYAPURA — Juru Bicara Keondofoloan Khambuyouge Asli Waena, Bambang Yulianto Kambu, menyatakan pemalangan dilakukan karena warga sekitar terus membuang sampah di kawasan Waena pada siang maupun malam hari, terutama di area badan jalan yang mengalami longsoran dan penyempitan. Sampah menumpuk di bahu jalan yang tergerus longsor, membuat ruang gerak pengendara dan pejalan kaki makin sempit.

Kambu menegaskan bahwa tindakan warga itu merugikan pihak pemilik tanah adat sekaligus membahayakan keselamatan pengguna jalan. Ia meminta perhatian Pemkot Jayapura dan warga sekitar agar persoalan ini tidak berlarut.

"Kondisi ini tentu menyebabkan ketidaknyamanan kami selaku pihak pemilik tanah adat, selain dapat membahayakan keselamatan dan kenyamanan pengendara maupun pejalan kaki. Untuk itu, kami memohon perhatian Pemerintah Kota Jayapura dan warga masyarakat sekitar agar dapat memperhatikan," kata Kambu dalam keterangan tertulis yang diterima Jubi, Jumat (16/10/2026).

Pemalangan Jalan sebagai Bentuk Kekecewaan Warga Adat

Pemalangan jalan alternatif Penghubung Perumnas IV Padang Bulan Abepura–Perum Youtefa Graha Waena dilakukan pada Senin (12/10/2026). Menurut Kambu, aksi itu merupakan wujud kekecewaan dan kemarahan akibat perilaku warga yang masih membuang sampah di kawasan tersebut.

"Jalan itu kami palang sebagai wujud kekecewaan dan kemarahan akibat perilaku warga yang masih membuang sampah di kawasan ini. Karena itu, kami mengimbau dan memperingatkan warga masyarakat sekitar untuk 'Dilarang/Tidak Membuang Sampah' dalam bentuk apa pun pada kawasan ini," ucapnya.

Ia menambahkan, imbauan serupa sudah disampaikan berulang, namun pelanggaran masih terjadi. Karena itu, LMA memilih menempuh langkah tegas agar ada efek jera bagi warga.

Longsoran di Tikungan Jadi Titik Rawan yang Mendesak Ditangani

LMA Keondofoloan meminta Pemkot Jayapura menangani longsoran pada sisi kiri jalan di tikungan tanjakan menuju Perumahan Youtefa Graha Waena. Longsoran itu telah mempersempit badan jalan dan menjadi lokasi utama penumpukan sampah.

Menurut Kambu, kondisi tersebut sangat membahayakan pengguna jalan, terutama saat musim hujan. Ia menyebut longsor susulan berpotensi terjadi jika tidak segera ditangani.

"Kondisi ini berpotensi menyebabkan longsor yang lebih besar dan mengancam keselamatan pengendara maupun pejalan kaki. Oleh karena itu, penanganan titik longsor ini menjadi kebutuhan yang paling mendesak," ujarnya.

Bak Sampah Mobile hingga PJU Diminta Segera Dipasang

Selain penanganan longsoran, LMA meminta pengadaan bak pengangkut sampah mobile atau Tempat Pembuangan Sementara di titik strategis dekat lokasi longsoran. Selama ini warga membuang sampah pada siang dan malam hari di bahu jalan, sehingga mengganggu kebersihan dan merusak keindahan kawasan.

Permintaan lain adalah pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) di beberapa titik yang masih gelap, salah satunya dari bawah Jembatan Kali Perumnas IV hingga mendekati Perumahan Youtefa Graha Waena.

"Penerangan jalan sangat diperlukan guna meningkatkan keamanan, kenyamanan, serta mengurangi potensi kecelakaan dan tindak kriminalitas pada malam hari," katanya.

Warga Khambu Hill Soroti Ketegasan Penanganan

Warga sekaligus koordinator proyek Komunitas Bukit Khambu (Khambu Hill Community), Julian Howay, menyayangkan masih adanya warga yang membuang sampah tidak pada tempatnya. Ia mengingatkan potensi pemalangan lanjutan jika tidak ada perubahan perilaku.

"Kalau tidak ada perubahan dan ketegasan bisa ada pemalangan kembali, memang pada Senin lalu (12 Oktober) sudah ada pemalangan jalan alternatif," katanya.

Komunitas Bukit Khambu selama ini mengembangkan kawasan tersebut sebagai ruang pelestarian lingkungan. Sampah yang menumpuk di bahu jalan dinilai bertentangan dengan upaya itu dan mengancam keberlanjutan program warga.

Follow papuaonline.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jubi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks