BIAK — Koordinator Peserta Lomba Kontingen Pesparani Katolik Kepulauan Yapen, Ana M. Renwarin, menyebut pihaknya telah menyiapkan seluruh kebutuhan teknis jelang penampilan perdana. Data resmi panitia mencatat rombongan terdiri atas 30 peserta lomba, didampingi 1 dirigen, 4 pendamping, serta 7 official yang mengawal kelancaran kegiatan.
“Dengan persiapan yang matang dan dukungan moral yang luar biasa, kontingen Kabupaten Yapen optimis dapat memberikan penampilan terbaik, mengharumkan nama daerah, serta mempererat tali persaudaraan antarumat beragama melalui puji-pujian dan pendalaman Kitab Suci,” kata Ana dalam keterangannya, Selasa (27/10/2026).
Lima Cabang Lomba yang Diikuti Kontingen Yapen
Keikutsertaan Kabupaten Kepulauan Yapen menyebar di sejumlah cabang bergengsi. Paduan suara menjadi sektor terbesar dengan 24 peserta dan 1 dirigen.
- Paduan suara: 24 peserta dan 1 dirigen
- Mazmur: kategori anak, remaja, dan orang muda katolik (OMK)
- Terus Bertutur Kitab Suci: kategori anak
- Cerdas cermat rohani (CCR): kategori anak dan remaja
Komposisi itu membuat hampir seluruh peserta lomba terlibat langsung di panggung, sementara pendamping dan official mengurus administrasi serta kebutuhan rohani rombongan.
Biak Numfor Jadi Tuan Rumah Pesparani Katolik Papua ke-2
Kabupaten Biak Numfor ditetapkan sebagai tuan rumah ajang Pesparani Katolik Provinsi Papua ke-2 Tahun 2026. Rangkaian kegiatan berlangsung 28 Oktober hingga 2 November 2026, dengan kontingen dari sejumlah kabupaten/kota di Papua dijadwalkan ambil bagian.
Bagi Kabupaten Kepulauan Yapen, kehadiran 30 peserta ini menjadi modal utama untuk bersaing di cabang paduan suara yang pesertanya paling banyak. Ana menegaskan semangat kebersamaan dan devosi iman menjadi bekal utama kontingen.
Persiapan Matang Jadi Kunci Penampilan Maksimal
Rombongan tiba di Biak Numfor sehari sebelum pembukaan, memberi waktu bagi peserta menyesuaikan diri dengan lokasi lomba. Latihan terakhir dan pengecekan teknis disebut menjadi agenda utama sebelum tampil.
Kontingen Kepulauan Yapen menargetkan penampilan terbaik di setiap kategori. Selain bersaing, keikutsertaan ini dimaksudkan mempererat persaudaraan antarumat beragama lewat puji-pujian dan pendalaman Kitab Suci.