Pencarian

Radical Numerics Klaim Suntik Virus Rancangan AI ke Pasien Manusia

Minggu, 25 Oktober 2026 • 21:22:02 WIB
Radical Numerics Klaim Suntik Virus Rancangan AI ke Pasien Manusia
Startup biosains Radical Numerics mengklaim telah menyuntikkan bakteriofag rancangan AI Omnii-1 ke pasien manusia untuk pertama kalinya.

PAPUA — Startup biosains asal Amerika Serikat, Radical Numerics, mengklaim telah menyuntikkan virus fag yang dirancang model AI Omnii-1 ke seorang pasien manusia untuk pertama kalinya. Prosedur tersebut dilakukan sebagai terapi experimental bagi infeksi bakteri yang kebal antibiotik, melalui jalur penggunaan atas dasar kemanusiaan dan dipimpin oleh dokter. Klaim ini langsung memicu pertanyaan karena tidak melalui peer-review dan minim detail uji klinis.

Radical Numerics menyebut virus yang disuntikkan bukan virus penyebab penyakit, melainkan bakteriofag atau fag, yakni virus yang menyerang bakteri. Fag hasil desain Omnii-1 diberikan kepada pasien dengan infeksi bakteri resisten antibiotik, kondisi yang selama ini sulit ditangani dengan obat konvensional.

Apa Itu Terapi Fag dan Posisi Omnii-1

Terapi fag merupakan metode pengobatan eksperimental yang sudah lama diteliti. Dokter menyuntikkan fag ke pasien dengan infeksi serius agar virus tersebut membunuh bakteri target tanpa menginfeksi sel manusia.

Yang membedakan klaim Radical Numerics adalah proses perancangannya. Model AI Omnii-1 disebut mendesain fag secara khusus sesuai kebutuhan pasien, bukan memilih dari koleksi fag yang sudah ada. Perusahaan menegaskan pendekatan ini dapat mempercepat produksi fag sesuai permintaan.

Klaim Perusahaan soal Penggunaan Klinis Pertama

Dalam laporan di situs resminya, Radical Numerics menyebut prosedur tersebut sebagai penggunaan klinis pertama di dunia untuk fag hasil rancangan AI. Perusahaan menyatakan desain Omnii-1 telah diberikan kepada pasien melalui jalur penggunaan atas dasar kemanusiaan.

"Tonggak pencapaian ini menandai langkah awal menuju penerapan desain genom berbasis AI ke dalam terapi yang terpersonalisasi," tulis Radical Numerics dalam laporannya, dikutip dari The Independent, Minggu (25/10/2026).

Sejumlah Kejanggalan yang Disorot

The New York Times menemukan beberapa hal yang belum terjawab dari laporan tersebut. Radical Numerics tidak mengungkap informasi spesifik tentang uji coba klinis maupun hasilnya.

Identitas pasien dan dokter yang terlibat juga tidak dipublikasikan. Laporan itu pun tidak melalui proses peer-review atau diterbitkan di jurnal ilmiah, hanya diunggah di situs perusahaan.

Alasan Perusahaan Belum Buka Suara Lebih Jauh

CEO Radical Numerics Eric Nguyen mengatakan timnya berencana membagikan informasi lebih lanjut setelah menerima persetujuan dari pasien. Ia menyebut adanya perjanjian kerahasiaan sebagai alasan perusahaan belum dapat mengungkap detail untuk saat ini.

Bagi pelaku industri biotech dan investor, kasus ini menunjukkan garis tipis antara inovasi berbasis AI dan validasi ilmiah. Klaim terapi personalisasi berbantuan AI memang menjanjikan, tetapi tanpa data klinis terbuka dan peer-review, dampaknya ke praktik medis masih jauh dari terukur.

Follow papuaonline.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inet.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks