PAPUA — Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak terpantau mengarah ke Jakarta dan Jabodetabek. Asap justru terdeteksi menyebar lintas batas ke Malaysia, Singapura, dan Papua Nugini akibat pola angin yang berlaku saat ini. Kepastian ini menjawab kekhawatiran warganet soal memburuknya kualitas udara ibu kota.
Deputi Bidang Meteorologi sekaligus Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, menyatakan wilayah Jakarta dan Jabodetabek tidak masuk dalam area sebaran asap karhutla. Kondisi itu terlihat dari peta sebaran asap BMKG yang menandai wilayah terdampak dengan garis putus-putus berwarna merah muda.
"Terkait Jakarta, pada peta ini tidak terlihat wilayah Jakarta atau Jabodetabek masuk dalam area sebaran asap yang ditandai garis putus-putus berwarna merah muda," kata Guswanto, Rabu (14/10), dikutip dari Detikcom.
Mengapa Asap Tidak Mengarah ke Ibu Kota
Pola angin di Indonesia saat ini bertiup dari timur hingga tenggara menuju barat laut hingga utara. Arah itulah yang membuat sebaran asap karhutla bergerak menjauh dari Jakarta.
Guswanto menegaskan asap memang terdeteksi di sejumlah wilayah Indonesia, namun belum terpantau mengarah ke ibu kota. "Namun, BMKG menegaskan bahwa asap tersebut belum terpantau mengarah ke Jakarta," terangnya.
Wilayah yang Terpapar Asap Karhutla
Berdasarkan citra sebaran asap pada Rabu (14/10), karhutla terdeteksi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, dan Sumatera Selatan.
Di Kalimantan, asap terpantau di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Sementara di Indonesia timur, asap muncul di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Selatan.
Sebagian wilayah tersebut terpantau bergerak ke arah barat laut hingga timur laut. Pergerakan ini yang kemudian memicu sebaran asap lintas batas ke negara tetangga.
Asap Lintas Batas ke Malaysia dan Singapura
BMKG mendeteksi transboundary haze atau asap lintas batas dari Sumatera menuju Semenanjung Malaysia dan Singapura. Sebaran serupa juga terpantau dari Kalimantan menuju Sarawak, Malaysia.
"Sebaran asap lintas batas juga terdeteksi dari Papua Nugini menuju Papua Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua," kata Guswanto.
Fenomena asap lintas batas ini biasanya menjadi perhatian serius karena melibatkan hubungan diplomatik antarnegara ASEAN. Malaysia dan Singapura beberapa kali mengeluhkan dampak kabut asap dari karhutla Indonesia terhadap kualitas udara mereka.
Kekhawatiran Warganet di Media Sosial
Sebelum BMKG angkat bicara, sejumlah netizen di Threads mempertanyakan kualitas udara Jakarta di tengah karhutla yang melanda sejumlah wilayah Indonesia. Mereka menduga asap karhutla sudah mencapai ibu kota.
"Ngerasa enggak kok akhir-akhir ini udara Jakarta polusinya makin parah, apa ini juga dampak karhutla?" ucap salah satu netizen di Threads, Rabu (14/10).
"Asap karhutla sepertinya turun ke Jakarta ya hari ini atau polusi-nya memang lagi meningkat? Agak mendung (vision berkurang) tapi masih merasa gerah juga," kata netizen lainnya.
Kekhawatiran tersebut muncul karena polusi udara Jakarta memang beberapa waktu terakhir menjadi sorotan. Namun, data BMKG menunjukkan peningkatan polusi di ibu kota tidak berasal dari asap karhutla.
BMKG belum merinci penyebab utama memburuknya kualitas udara Jakarta dalam periode ini. Masyarakat diimbau memantau informasi resmi BMKG dan dinas lingkungan hidup setempat untuk mengetahui kondisi udara terkini di wilayah masing-masing.