Mobil Bergoyang Usai Hantam Lubang? Waspadai 5 Kerusakan Ini

Penulis: Ragil  •  Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:50:31 WIB
Ban dan velg menerima benturan pertama saat roda masuk ke lubang jalan.

PAPUA — Benturan keras saat roda masuk ke lubang jalan bisa merusak ban, velg, hingga komponen kaki-kaki yang menopang kestabilan mobil. Kerusakan sering baru terasa setelah kendaraan kembali melaju, sehingga pengemudi perlu memeriksakan kondisi mobil sejak dini.

Paragraf pembuka: Lubang di jalan kerap sulit dihindari, terutama saat berkendara dalam kondisi hujan, minim pencahayaan, atau melaju pada kecepatan tertentu. Meski benturan terasa sepele, dampaknya bisa baru diketahui setelah mobil kembali berjalan. Perubahan pada kestabilan kendaraan setelah menghantam lubang sebaiknya tidak diabaikan.

Benturan saat roda masuk ke lubang diterima ban dan velg sebelum diteruskan ke sistem suspensi. Besarnya dampak bergantung pada kedalaman lubang, kecepatan kendaraan, serta kondisi komponen yang menerima benturan.

Mengapa Setir Bergetar Setelah Menghantam Lubang

Getaran pada setir dan bodi mobil yang terasa bergoyang menjadi sinyal awal bahwa ada komponen yang terganggu. Roda yang tidak lagi seimbang atau suspensi yang bergeser dari posisinya membuat kendaraan kehilangan kestabilan.

Pemeriksaan sejak dini diperlukan untuk mengetahui penyebabnya sekaligus mencegah kerusakan semakin parah. Semakin lama dibiarkan, biaya perbaikan berpotensi membengkak karena kerusakan menjalar ke komponen lain.

Lima Kerusakan yang Perlu Diwaspadai

Mengutip laman Suzuki, ada lima masalah yang perlu diwaspadai setelah mobil menghantam lubang. Berikut rinciannya:

  • Ban benjol atau sobek. Benturan keras dapat merusak struktur kawat di dalam ban, sehingga muncul benjolan pada dinding ban. Kondisi ini berbahaya karena ban berisiko pecah saat melaju kencang.
  • Velg bengkok atau retak. Velg berbahan alloy lebih rentan mengalami deformasi saat menerima benturan langsung. Velg yang bengkok membuat ban tidak menempel sempurna dan memicu kebocoran udara.
  • Shockbreaker rusak. Komponen peredam getaran ini bisa bocor atau patah setelah menerima hentakan keras. Tandanya, mobil terasa memantul berlebihan saat melewati jalan bergelombang.
  • Bushing dan karet kaki-kaki aus. Karet penopang lengan suspensi bisa robek akibat benturan, membuat bunyi-bunyi muncul dari kolong mobil dan setir terasa tidak presisi.
  • Alignment roda berubah. Sudut kemudi dapat bergeser setelah benturan, sehingga mobil cenderung menarik ke satu sisi saat berjalan lurus dan ban aus tidak merata.

Apa yang Sebaiknya Dilakukan Pengemudi

Setelah menghantam lubang cukup keras, pengemudi disarankan menepi dan memeriksa visual ban serta velg. Jika terasa getaran atau tarikan pada setir, segera bawa kendaraan ke bengkel untuk pemeriksaan suspensi dan penyetelan ulang alignment.

Pemeriksaan berkala pada kaki-kaki juga membantu mendeteksi kerusakan sebelum berdampak pada keselamatan. Biaya servis rutin jauh lebih ringan dibandingkan penggantian komponen akibat kerusakan yang dibiarkan menahun.

Penutup: Mengabaikan gejala setelah benturan membuat risiko kecelakaan meningkat, terutama saat melaju di jalan tol atau jalan basah. Menyisihkan waktu untuk memeriksa kondisi mobil setelah melewati lubang menjadi langkah paling murah untuk menjaga keselamatan berkendara.

Reporter: Ragil
Sumber: inews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top