BREN Kantongi Laba USD132,82 Juta per Kuartal III, Naik 24,6 Persen

Penulis: Fajar  •  Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:50:01 WIB
Kinerja keuangan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) tumbuh pada kuartal III-2026.

PAPUA — PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) membukukan laba bersih USD132,82 juta hingga kuartal III-2026, naik 24,6 persen dari USD106,55 juta pada periode sama tahun lalu. Lonjakan laba emiten panas bumi ini ditopang peningkatan laba operasional dan penurunan beban keuangan. Kinerja solid itu membuat marjin EBITDA BREN tetap berada di level 88,2 persen.

Kinerja keuangan: Pendapatan konsolidasian BREN mencapai USD501 juta, tumbuh 9,5 persen dibandingkan USD457 juta pada sembilan bulan pertama 2025. EBITDA perseroan ikut menanjak 10,9 persen menjadi USD442 juta, sementara marjin EBITDA membaik dari 87,1 persen menjadi 88,2 persen.

Panas Bumi Jadi Motor Utama

Portofolio panas bumi BREN disebut terus menghasilkan pembangkitan listrik yang stabil dan andal. Segmen angin melengkapi kontribusi terhadap kinerja perseroan secara keseluruhan.

"Perseroan dengan bangga melaporkan kinerja yang solid selama sembilan bulan pertama tahun 2026. Portofolio panas bumi kami terus menghasilkan pembangkitan listrik yang stabil dan andal, sementara segmen angin tetap memberikan kontribusi terhadap kinerja Perseroan secara keseluruhan," kata CEO Barito Renewables Hendra Soetjipto Tan dalam keterbukaan informasi BEI, Jumat (30/10/2026).

Beban Keuangan Turun, Laba Terangkat

Selain laba operasional yang naik, penurunan beban keuangan menjadi faktor pendorong pertumbuhan laba bersih BREN. Efeknya terlihat pada laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk, yang melesat 24,6 persen secara tahunan.

Perbaikan struktur biaya ini menjaga profitabilitas perseroan tetap tebal di tengah bisnis pembangkit energi terbarukan yang padat modal.

Modal ke Depan

Dengan capaian sembilan bulan pertama 2026, BREN mempertahankan posisinya sebagai salah satu emiten energi terbarukan dengan marjin tertinggi di Bursa Efek Indonesia. Pendapatan USD501 juta dan EBITDA USD442 juta menjadi bekal perseroan menghadapi sisa tahun.

Investor akan mencermati apakah tren penurunan beban keuangan berlanjut pada kuartal IV, seiring upaya perseroan menjaga pembangkitan listrik dari aset panas bumi dan angin tetap stabil.

Reporter: Fajar
Sumber: idxchannel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top