BIAK — Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik (LP3K) Kabupaten Biak Numfor, Gunadi, S.Sos., M.Si., menyebut capaian dua gelar Champion tersebut sebagai kebanggaan sekaligus bukti kemajuan pembinaan paduan suara di daerah itu. Sebelumnya, kontingen Biak Numfor belum pernah masuk tiga besar pada ajang serupa.
"Puji Tuhan, kami bersyukur dengan capaian ini. Ini merupakan lompatan kemajuan bagi paduan suara Biak Numfor. Karena selama ini, jangankan mendapat Champion, masuk tiga besar saja belum pernah," ujar Gunadi saat ditemui di Gereja Katolik Paroki Kerahiman Ilahi Biak, Jumat (30/10/2026).
Gelar juara pertama diraih kontingen Biak Numfor melalui Paduan Suara Anak dan Paduan Suara Dewasa Campuran (PSDC). Dua kategori itu menjadi bukti pemerataan kualitas pembinaan, bukan hanya pada kelompok dewasa.
Menurut Gunadi, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan yang selama ini dilakukan secara konsisten terhadap para peserta. Pembinaan berjalan bertahap hingga akhirnya berbuah prestasi di ajang tingkat provinsi.
Capaian dua gelar Champion membawa konsekuensi lanjutan. Tahun depan, Biak Numfor akan mewakili dua kategori, yakni Paduan Suara Anak dan Paduan Suara Dewasa Campuran, ke Manado.
"Pesparani tidak berhenti sampai di sini. Tentu ini akan berkelanjutan. Puji Tuhan, tahun depan Biak Numfor mewakili dua kategori, yakni Paduan Suara Anak dan Paduan Suara Dewasa Campuran ke Manado," katanya.
Gunadi berharap pembinaan paduan suara di Biak Numfor terus berlanjut agar prestasi yang telah diraih dapat dipertahankan sekaligus ditingkatkan pada ajang berikutnya.
Dua gelar Champion tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh kontingen untuk terus meningkatkan kualitas, kemampuan, dan semangat berlatih dalam menghadapi kompetisi Pesparani selanjutnya. Persiapan menuju Manado menjadi ujian berikutnya bagi para peserta.
Gunadi juga menilai keberhasilan ini menjadi dorongan bagi pengembangan seni paduan suara gerejani sekaligus pembinaan iman dan kebersamaan umat Katolik di Kabupaten Biak Numfor. Prestasi di panggung provinsi dinilai memberi dampak langsung pada kehidupan jemaat.