SENTANI — Ratusan siswa Sekolah Menengah Kejuruan Swasta (SMKS) Yayasan Pondok Karya Pembangunan (YPKP) Teknologi Informatika dan Komunikasi (TIK) Kabupaten Jayapura resmi mengakhiri masa studi. Prosesi purna siswa berlangsung khidmat di salah satu hotel di Sentani, Senin (4/5/2026).
Para lulusan dinyatakan telah menyelesaikan Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) dan Ujian Akhir Sekolah (UAS) sesuai jadwal. Evaluasi ini merupakan standar krusial bagi jenjang SMK guna mengukur pencapaian kompetensi siswa sebelum terjun ke masyarakat atau melanjutkan pendidikan.
Rincian Kompetensi Keahlian dan Peserta Ujian
Ketua Panitia UAS SMKS YPKP TIK Kabupaten Jayapura, Dewi Muryati, S.Pd., merinci bahwa dari total 198 peserta, mayoritas merupakan siswa perempuan sebanyak 115 orang dan 68 siswa laki-laki. Seluruh tahapan ujian, mulai dari tes akademik pada November 2025 hingga UKK pada Februari 2026, berjalan lancar.
Adapun sebaran lulusan berdasarkan kompetensi keahlian meliputi:
- Desain Komunikasi Visual (DKV): 79 siswa
- Layanan Penunjang Keperawatan dan Caregiving: 67 siswa
- Perkantoran: 25 siswa
- Akuntansi: 22 siswa
Dominasi jumlah siswa pada jurusan DKV dan Keperawatan menunjukkan tingginya minat generasi muda Jayapura pada sektor kreatif dan layanan kesehatan yang saat ini memang sedang berkembang pesat.
Implementasi Kurikulum Industri di Lingkungan Sekolah
Kepala SMKS YPKP TIK Sentani, Dr. Muhaimin, S.Pd.I., S.A.P., M.M., menegaskan bahwa purna siswa bukan sekadar seremonial perpisahan. Menurutnya, ini adalah momentum penting yang menandai tanggung jawab besar siswa dalam melangkah menuju masa depan yang mandiri dan terampil.
"Sekolah kejuruan tidak hanya menyelenggarakan pembelajaran, tetapi juga menjalankan fungsi pembangunan melalui penyiapan tenaga kerja muda yang memiliki kompetensi teknis, karakter kerja, disiplin, etos produktif, dan daya saing," ujar Muhaimin dalam sambutannya.
Muhaimin menambahkan, sekolahnya kini menerapkan Kurikulum Industri untuk memastikan keselarasan antara materi di kelas dengan standar kebutuhan dunia usaha dan dunia kerja (Dudika). Penguatan praktik kerja lapangan dan budaya disiplin menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan kualitas SDM di Papua.
Peluang Kerja Global dan Program Magang ke Jepang
Salah satu capaian yang menonjol dari SMKS YPKP TIK Sentani adalah keberhasilan menembus pasar kerja internasional. Sekolah ini telah berhasil mengirimkan peserta didik untuk mengikuti program magang ke Jepang, sebuah langkah nyata dalam menyiapkan lulusan yang adaptif dan memiliki daya saing global.
"SMKS YPKP Teknologi Informasi Komunikasi Sentani terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan vokasi melalui penguatan program keunggulan sekolah yang berorientasi pada kesiapan kerja," lanjut Muhaimin.
Melalui status sebagai SMK Pusat Keunggulan, pihak sekolah berkomitmen memperluas jejaring kemitraan dengan dunia industri, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Hal ini diharapkan mampu memperluas kesempatan kerja bagi anak-anak Papua pasca-lulus sekolah.