JAYAPURA — Akses permodalan selama ini menjadi salah satu hambatan utama bagi pengusaha di Papua untuk memperbesar skala bisnis. Kadin Papua kini mendorong solusi alternatif di luar perbankan konvensional, yakni melalui pasar modal.
IPO Bukan Lagi Mimpi bagi Perusahaan Papua
Ketua Umum Kadin Provinsi Papua, Jacleana Joku, di Jayapura, Selasa, mengatakan skema penawaran umum atau IPO bisa menjadi jalan bagi perusahaan lokal untuk naik kelas. Menurutnya, sebagian besar pelaku usaha di Papua sudah memiliki kinerja yang stabil dan sistem manajemen yang mulai tertata rapi.
"Pelaku usaha-usaha di wilayah Papua memiliki potensi besar untuk masuk ke pasar modal, karena hampir sebagian besar mereka yang memiliki kinerja stabil dan tata kelola yang mulai tertata dengan baik," ujar Jacleana.
Tiga Syarat Mutlak yang Harus Dipenuhi
Meski potensinya besar, Jacleana menekankan kesiapan perusahaan tidak bisa ditawar. Ada tiga aspek utama yang wajib dipenuhi: transparansi laporan keuangan, manajemen usaha yang profesional, serta kepatuhan terhadap seluruh regulasi yang berlaku.
"Kami sangat berharap adanya pendampingan dari pihak lembaga terkait seperti Bursa Efek Indonesia (BEI) dan mitra strategis lainnya agar pelaku usaha dapat memahami proses dan tahapan menuju perusahaan terbuka," katanya.
Literasi Pasar Modal Masih Jadi Pekerjaan Rumah
Kadin Papua mengakui bahwa pemahaman pengusaha daerah terhadap mekanisme pasar modal masih perlu ditingkatkan. Tanpa literasi yang memadai, hanya perusahaan besar yang bisa memanfaatkan skema ini, sementara usaha menengah justru tertinggal.
Jacleana optimistis, jika akses pembiayaan melalui pasar modal berhasil diperkuat, dampaknya akan langsung terasa pada pertumbuhan ekonomi Papua. "Kami optimistis, penguatan akses pembiayaan melalui pasar modal akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah serta membuka lebih banyak lapangan kerja di Papua," ujarnya.
Target: Perusahaan Papua Mampu "Naik Kelas"
Melalui skema ini, Kadin Papua berharap semakin banyak perusahaan asal Papua yang mampu melantai di bursa. Kontribusi mereka terhadap perekonomian daerah pun diyakini akan lebih berkelanjutan dibandingkan mengandalkan pendanaan jangka pendek.
Langkah selanjutnya, Kadin Papua akan menjalin komunikasi dengan BEI dan otoritas terkait untuk merancang program pendampingan teknis bagi calon emiten dari Bumi Cenderawasih.