JAYAPURA — Sebanyak 1.121 orang memadati Kantor BI Papua selama dua hari, 2-3 Juli 2026, dalam rangkaian kegiatan "Bank Indonesia Peduli". Dari jumlah tersebut, 591 kantong darah berhasil dikumpulkan melalui kerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Papua.
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, yang membuka acara secara resmi, memberikan apresiasi atas inisiatif tersebut. "Aksi donor darah yang melibatkan sekitar 500 peserta menjadi bukti bahwa Bank Indonesia tidak hanya berperan menjaga stabilitas keuangan, tetapi juga turut berkontribusi dalam pembangunan kesehatan masyarakat," ujarnya.
Tiga Sesi Edukasi Kesehatan untuk Pengunjung
Tak hanya donor darah, KPwBI Papua juga menggelar tiga sesi sosialisasi kesehatan yang menghadirkan narasumber ahli. Materi pertama membahas pencegahan stunting dan gizi keluarga, sesi kedua soal kesehatan mental dan manajemen stres di lingkungan kerja, serta sesi ketiga tentang pencegahan, deteksi dini, dan penanganan TBC.
Materi disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr. Beery Wopary, dr. Heidi Listya, serta dr. Gladya Florencia A. Nahusona. Ketiganya memberikan pemaparan kepada peserta yang berasal dari unsur Forkopimda, perwakilan Polda Papua, Ketua Pengadilan Tinggi Papua, pimpinan perbankan, mitra kerja, dan masyarakat Kota Jayapura.
Setetes Darah, Wujud Kepedulian Sosial BI
Plh. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Papua menegaskan bahwa peringatan HUT ke-73 ini menjadi momentum bagi BI untuk memperkuat kepedulian sosial di luar tugas utama menjaga stabilitas ekonomi. "Setetes darah yang didonorkan adalah wujud nyata semangat kemanusiaan yang menjadi harapan dan penyelamat bagi sesama yang membutuhkan," ujarnya.
Acara ini turut dihadiri Ketua PMI Papua Zakius Degei serta sejumlah pejabat daerah. Aksi donor darah dan sosialisasi kesehatan ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang dirancang untuk mendekatkan Bank Indonesia dengan masyarakat Papua, khususnya di Kota Jayapura.