Pencarian

Kemenham Batal Bentuk Tim Investigasi Penembakan Papua usai Polri Sebut Tak Perlu, Kolaborasi TNI-Polri Jadi Alasan

Rabu, 08 Juli 2026 • 21:36:31 WIB
Kemenham Batal Bentuk Tim Investigasi Penembakan Papua usai Polri Sebut Tak Perlu, Kolaborasi TNI-Polri Jadi Alasan
Wakil Menteri HAM Mugiyanto jelaskan batalnya pembentukan tim investigasi penembakan di Papua.

JAKARTA — Rencana Kementerian HAM (Kemenham) membentuk tim investigasi independen untuk mengusut kasus penembakan di Papua akhirnya diurungkan. Wakil Menteri HAM Mugiyanto membenarkan bahwa gagasan tersebut sempat mengemuka di internal kementeriannya, namun urung direalisasikan setelah mendapat penjelasan teknis dari kepolisian.

Penanganan Kasus Dinilai Sudah Berjalan

"Sebetulnya, sebelumnya kami memikirkan pembentukan tim investigasi diperlukan," ujar Mugiyanto di Gedung Kementerian HAM, Rabu (8/7/2026). Namun, setelah pihak kepolisian memberikan penjelasan langsung, pandangan itu berubah. Polri meyakinkan bahwa proses penegakan hukum di lapangan telah dijalankan secara menyeluruh.

Sikap ini diperkuat oleh Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops) Komjen Pol Fadil Imran. Ia menilai kehadiran tim tambahan dari pusat justru tidak dibutuhkan. "Saya kira sependapat dengan Pak Wamen, tidak perlu membentuk tim tambahan. Karena kolaborasi antara TNI-Polri di lapangan dalam konteks penegakan hukum untuk mengidentifikasi pelakunya itu sudah berjalan dengan baik," kata Fadil.

Satgas Damai Cartenz dan Gakkum Jadi Garda Terdepan

Fadil menjelaskan, penanganan di lapangan kini ditangani langsung oleh Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Satgas Penegakan Hukum (Gakkum). Kedua satuan tugas ini sudah berada di titik-titik rawan untuk menuntaskan proses teknis. "Kalau ditanya waktu, saya kira semua kita ingin cepat menemukannya," tegasnya saat ditanya soal target penangkapan pelaku.

Prioritas kepolisian saat ini, kata Fadil, bukan lagi soal kelembagaan, melainkan menyelesaikan proses di lapangan agar para pelaku bisa segera diseret ke pengadilan. Meski demikian, ia tidak memberikan kepastian tenggat waktu penangkapan.

Dua Insiden yang Memicu Wacana Tim Investigasi

Wacana pembentukan tim investigasi ini dipicu oleh dua insiden yang terjadi hampir bersamaan awal Juli lalu. Pertama, kematian pilot asal Amerika Serikat, Nicholas Goselin, yang tewas ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Personel Koops TNI Habema mengevakuasi jenazahnya pada Jumat pekan lalu.

Kedua, di Intan Jaya, seorang ibu hamil bernama Melkiana Dwitau meregang nyawa di dalam honainya di Kampung Wandoga, Distrik Sugapa, pada Kamis pekan lalu. Bupati Aner Maisini menyampaikan belasungkawa atas kematian Melkiana yang tengah mengandung janin berusia 32 minggu akibat terkena tembakan yang diduga peluru nyasar.

Dengan batalnya tim investigasi khusus, publik kini menunggu hasil kerja Satgas Damai Cartenz dan Gakkum dalam mengungkap kedua kasus tersebut. Kolaborasi TNI-Polri menjadi kunci utama dalam penegakan hukum di wilayah konflik Papua.

Bagikan
Sumber: afu.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks