WAMENA — Festival UMKM Papua Pegunungan tidak hanya menjadi etalase produk, tetapi juga jembatan bagi pengusaha asli Papua untuk keluar dari isolasi pasar. Selama dua hari, 52 pelaku UMKM dari Jayawijaya memamerkan hasil bumi dan kerajinan khas, sebuah langkah konkret mendorong hilirisasi produk unggulan daerah.
Suryani Yigibalom mengatakan festival ini merupakan ruang promosi sekaligus ajang kolaborasi antara pemerintah, investor, dan masyarakat. “Kami memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM orang asli Papua yang mengambil bagian dalam Festival UMKM 2026 di Jayawijaya. Kami berharap dukungan ini membawa perubahan terhadap peningkatan ekonomi mereka,” ujarnya di Wamena, Jumat.
Mengapa Festival Ini Penting bagi Ekonomi Pegunungan?
Papua Pegunungan selama ini menghadapi tantangan geografis yang membuat produk lokal sulit menjangkau konsumen di luar wilayah. Festival UMKM hadir sebagai solusi jangka pendek sekaligus fondasi ekosistem bisnis yang lebih terbuka. Menurut Suryani, pembukaan akses pemasaran menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mengatasi keterisolasian ekonomi sekaligus memperluas kesempatan usaha bagi masyarakat lokal.
Kegiatan ini juga menjadi yang pertama digelar setelah masa kepemimpinan definitif gubernur dan wakil gubernur Papua Pegunungan. “Festival UMKM merupakan implementasi visi dan misi gubernur dan wakil gubernur Papua Pegunungan untuk mewujudkan provinsi yang berdaya saing, religius, sinergis, inovatif, nyaman, aman, dan rahaja dengan ditopang komponen adat, gereja, dan pemerintah,” jelas Suryani.
Tiga Pilar Pembangunan: Adat, Gereja, dan Pemerintah
Uniknya, pengembangan UMKM di Papua Pegunungan tidak hanya bertumpu pada birokrasi. Suryani menekankan sinergi tiga unsur utama pembangunan daerah—adat, gereja, dan pemerintah—menjadi kunci mendorong masyarakat semakin produktif serta mampu mengembangkan potensi ekonomi daerah.
DPMPTSP Papua Pegunungan mengambil peran dalam mendorong transformasi ekonomi dan peningkatan investasi daerah. Sementara itu, organisasi perangkat daerah lainnya memberikan dukungan berdasarkan sektor masing-masing. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan memperkuat pengolahan produk unggulan sehingga hasil bumi dan kerajinan masyarakat tidak berhenti pada penjualan produk primer.
Target ke Depan: Menjangkau Delapan Kabupaten
Festival UMKM 2026 baru melibatkan pelaku usaha dari Jayawijaya. Namun, pemerintah menargetkan perluasan partisipasi. “Kami berharap Festival UMKM tahun ini dan tahun mendatang dapat dihadiri seluruh pelaku UMKM dari delapan kabupaten dengan membawa keunggulan potensi daerah masing-masing dari berbagai sektor,” ujar Suryani.
Delapan kabupaten di Papua Pegunungan memiliki potensi unggulan yang berbeda—dari kopi, madu, hingga kerajinan anyaman. Jika seluruhnya terintegrasi dalam satu event rutin, dampak ekonominya bisa berlipat. Hilirisasi produk, dari bahan mentah menjadi barang jadi bernilai tambah, menjadi target utama agar UMKM lokal tidak lagi sekadar menjual hasil bumi mentah.
Penguatan UMKM lokal, kata Suryani, menjadi bagian penting dalam membangun pertumbuhan ekonomi Papua Pegunungan yang lebih maju dan berdaya saing. Festival ini adalah langkah awal—dan momentum untuk membuktikan bahwa pegunungan bukan penghalang untuk bertransformasi.