MERAUKE — Pembangunan PSN di Kabupaten Merauke tidak hanya mengejar target infrastruktur dan investasi. Proyek ini sudah merekrut ribuan tenaga kerja lokal dan diproyeksikan menjadi salah satu penyerap tenaga kerja terbesar di kawasan timur Indonesia.
Sekitar 3.500 pekerja saat ini terlibat dalam berbagai aktivitas pembangunan, mulai dari pembibitan, penanaman tebu, hingga pembangunan fasilitas industri. Jumlah itu diperkirakan terus bertambah seiring penyelesaian empat pabrik yang ditargetkan rampung pada akhir 2026.
Prioritas Rekrutmen bagi Orang Asli Papua
Pemerintah daerah memastikan bahwa OAP menjadi prioritas utama dalam proses rekrutmen tenaga kerja. Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo menyatakan bahwa seluruh perusahaan dan pelaksana proyek diminta mengutamakan OAP, baik yang berasal dari wilayah Papua Selatan maupun provinsi lain di Tanah Papua.
"Kami meminta seluruh perusahaan dan pelaksana proyek untuk mengutamakan OAP dalam penerimaan tenaga kerja," ujar Apolo Safanpo dalam keterangannya.
Kebijakan afirmatif ini dinilai penting untuk menciptakan pembangunan yang inklusif. Kesempatan bekerja tidak hanya meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi juga memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap proyek strategis yang sedang berlangsung.
Proyeksi Kebutuhan Tenaga Kerja pada 2029
Ketika proyek memasuki kapasitas operasional penuh pada 2029, kebutuhan tenaga kerja diproyeksikan mencapai sekitar 15.000 orang. PSN perkebunan tebu di Merauke dirancang menjadi sentra produksi gula dan bioetanol terbesar di Indonesia Timur sekaligus penggerak ekonomi baru di Papua Selatan.
Efek berganda dari investasi berskala besar ini terlihat pada meningkatnya kebutuhan tenaga kerja di berbagai tahapan, mulai dari pembibitan, penanaman, pembangunan fasilitas industri, hingga kegiatan operasional ketika produksi dimulai pada 2027.
Pelatihan Vokasi untuk Tenaga Kerja Lokal
Pemerintah tidak hanya membuka lapangan pekerjaan, tetapi juga mempersiapkan kualitas sumber daya manusia Papua agar mampu bersaing di industri modern. Gubernur Papua Selatan menyebut bahwa penguatan pendidikan, pelatihan keterampilan, dan program vokasi menjadi bagian tak terpisahkan dari pelaksanaan PSN.
"Langkah ini merupakan strategi jangka panjang agar masyarakat Papua tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam aktivitas ekonomi," ujar Apolo Safanpo.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri, sehingga pembangunan di Papua berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat setempat.