PAPUA — Rekaman video yang memperlihatkan dugaan aksi kekerasan terhadap sejumlah perempuan Papua tengah menjadi perhatian aparat keamanan. Dalam video yang diunggah akun @kualimerahputih, para korban tampak digantung dan terdengar suara teriakan serta rintihan kesakitan. Narasi yang menyertai video menyebutkan para mama-mama itu menjadi sasaran tindakan oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM).
Narasi lain dalam unggahan tersebut juga menyebutkan bahwa para korban diduga digantung karena dituduh membawa racun. Namun, hingga saat ini informasi mengenai penyebab maupun pelaku dalam peristiwa tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Publik pun mendesak agar peristiwa ini segera diungkap secara tuntas dan pihak yang bertanggung jawab dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum.
Tanggapan TNI: Sedang Didalami Tim di Lapangan
Kapen Koops TNI Habema Letkol Infanteri M. Wirya Arthadiguna membenarkan bahwa pihaknya telah mengetahui beredarnya rekaman tersebut. Ia mengatakan timnya saat ini masih melakukan pendalaman untuk memastikan fakta di balik video yang viral tersebut.
"Benar, sementara lagi didalami tim," ungkap Wirya saat dikonfirmasi pada Rabu malam (15/7). Ia belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai lokasi, waktu kejadian, maupun identitas para korban dalam video tersebut.
OPM Dinilai Sering Lakukan Tindakan Tidak Manusiawi
Wirya menegaskan bahwa pihaknya memandang tindakan kekerasan terhadap masyarakat sipil sebagai perbuatan yang tidak dapat dibenarkan. Menurutnya, OPM selama ini kerap melakukan aksi yang mengakibatkan warga sipil mengalami luka-luka bahkan kehilangan nyawa.
"Iya sangat keji dan biadab, OPM itu tidak manusiawi," beber perwira menengah dengan dua kembang di pundak tersebut. Ia menyebut berbagai aksi yang selama ini terjadi di Papua menunjukkan adanya tindakan kekerasan yang dinilai tidak manusiawi.
Proses Verifikasi Masih Berlangsung
Hingga kini, proses pendalaman masih berlangsung guna memastikan keaslian video serta mengungkap kronologi sebenarnya dari peristiwa yang terekam dalam rekaman tersebut. Aparat diharapkan dapat memperoleh fakta yang lengkap sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat benar-benar berdasarkan hasil penyelidikan yang akurat.
Publik berharap insiden ini dapat diusut secara menyeluruh dan pihak yang bertanggung jawab segera diproses sesuai hukum yang berlaku. Masyarakat juga diimbau untuk tidak menyebarluaskan video tersebut sebelum ada kepastian dari pihak berwenang. (jpg)