JAYAPURA — Rencana pengoperasian kapal bersubsidi ini masih dalam tahap perhitungan kemampuan fiskal daerah. Kepala Bapperida Provinsi Papua Muflih Musaad mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan jumlah armada dan besaran anggaran hingga kajian fiskal rampung.
Anggaran Menunggu Hitung Kemampuan Fiskal Daerah
"Setelah itu baru dapat ditentukan besaran anggaran yang akan dialokasikan untuk mendukung penyelenggaraan transportasi laut bersubsidi," kata Muflih di Jayapura, Sabtu.
Program ini menjadi salah satu prioritas Gubernur Papua Mathius D Fakhiri. Fokus utamanya meningkatkan frekuensi pelayaran pada rute perintis yang selama ini menjadi tulang punggung mobilitas warga dan distribusi barang.
Dua Rute Utama: Jayapura-Serui dan Jayapura-Biak
Muflih menyebut dua jalur itu selama ini menjadi jalur utama mobilitas masyarakat. Dengan tambahan frekuensi, akses transportasi diharapkan lebih mudah, cepat, dan terjangkau.
"Kapal nantinya beroperasi dua hingga tiga kali dalam sepekan," ujarnya.
Target: Tekan Biaya Logistik di Wilayah Pesisir dan Kepulauan
Pengembangan transportasi laut menjadi program prioritas untuk membangun sistem konektivitas antardaerah yang lebih terintegrasi. Muflih menambahkan, penyediaan kapal bersubsidi bertujuan memperkuat aksesibilitas wilayah, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.
"Khususnya bagi masyarakat di kawasan pesisir dan kepulauan," kata Kepala Bapperida Papua itu.