JAYAPURA — Sebanyak 3,1 ton beras telah rampung disalurkan Anggota DPD RI Lalita kepada warga kurang mampu di Papua. Bantuan ini menyasar tiga wilayah, yakni Kabupaten Biak Numfor, Kabupaten Supiori, serta Kota Jayapura dan sekitarnya.
Lalita mengatakan kegiatan reses kali ini tidak hanya dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi masyarakat, tetapi juga untuk menjalankan fungsi pengawasan terhadap sektor strategis, termasuk ketahanan pangan. Ia meninjau langsung stok beras di Kanwil Bulog Papua.
Stok Beras Pemerintah di Papua Dinyatakan Aman
"Hasil peninjauan di Kanwil Bulog Papua menunjukkan stok beras pemerintah dalam kondisi aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat," kata Lalita dalam keterangannya di Jayapura, Rabu.
Menurut Lalita, kunjungan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan DPD RI terhadap sektor ketahanan pangan. Ia juga memastikan distribusi Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) berjalan dengan baik.
Rincian Penyaluran: 1,6 Ton untuk Biak dan Supiori, 1,5 Ton untuk Jayapura
Lalita menjelaskan, dari total 3,1 ton beras yang dialokasikan, sebanyak 1,6 ton telah lebih dulu disalurkan kepada masyarakat di Kabupaten Biak Numfor dan Supiori. Sisanya, sekitar 1,5 ton atau 300 karung, diambil dari sisa alokasi bantuan beras reguler Bulog Pusat dan didistribusikan di wilayah Jayapura.
"Proses penyaluran bantuan dilakukan secara ketat agar tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan," ujarnya.
Bulog: Kami Hanya Penyedia, Distribusi oleh Tim Senator
Kepala Kanwil Bulog Papua Ahmad Mustari membenarkan bahwa bantuan beras tersebut merupakan alokasi resmi dari Bulog Pusat untuk anggota DPD RI dalam masa reses. Ia merinci, total alokasi yang disiapkan sebanyak 3,1 ton.
"Sebelumnya 1,6 ton telah disalurkan di Biak Numfor dan Supiori, sedangkan hari ini sisa 1,5 ton kami serahkan kepada tim senator Lalita untuk didistribusikan kepada masyarakat di wilayah Jayapura dan sekitarnya," kata Ahmad.
Ia menambahkan, pihaknya hanya bertindak sebagai penyedia komoditas sesuai penugasan dari kantor pusat. Proses pendistribusian kepada masyarakat dilakukan sepenuhnya oleh tim anggota DPD RI.
Langkah Selanjutnya: Perjuangkan Bibit Pertanian hingga Akses Kesehatan
Lalita menambahkan, ke depan ia akan terus memperjuangkan berbagai program pemberdayaan masyarakat di Papua, mulai dari bantuan bibit pertanian hingga peningkatan akses pendidikan dan layanan kesehatan. Menurutnya, Papua memiliki sumber daya yang melimpah sehingga seluruh masyarakat harus bisa sejahtera, terutama tidak mengalami kesulitan pangan.