Pencarian

Gempa 5,1 M Guncang Distrik Burtim Sarmi, BPBD Masih Tunggu Laporan Dampak dari 6 Kampung Terdekat

Jumat, 24 Juli 2026 • 19:37:31 WIB
Gempa 5,1 M Guncang Distrik Burtim Sarmi, BPBD Masih Tunggu Laporan Dampak dari 6 Kampung Terdekat
BPBD Sarmi masih menunggu laporan dampak gempa dari enam kampung di Distrik Burtim yang menjadi episenter gempa berkekuatan 5,1 magnitudo.

SARMI — BPBD Sarmi masih menunggu informasi dari aparat distrik dan kampung-kampung di wilayah Burtim yang menjadi episenter gempa. Kepala BPBD Sarmi Hartono mengatakan, jarak Distrik Burtim sekitar 65 kilometer dari pusat kota Sarmi dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Mamberamo Raya.

“Kami masih menunggu laporan dari Distrik Pantai Timur Bagian Barat atau yang juga dikenal dengan nama Butim,” kata Hartono kepada ANTARA, Jumat (24/7).

Gempa Susulan Terus Terjadi, Warga Diimbau Tenang

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menjelaskan, episenter gempa berada di koordinat 2,46° LS dan 139,00° BT. Meski berkekuatan 5,1 magnitudo, getarannya dirasakan di darat karena kedalaman yang hanya 10 kilometer.

“Hingga pukul 03.45 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 6 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M4.0,” ujar Wijayanto dalam keterangan tertulisnya.

BMKG menyatakan akan terus memonitor aktivitas gempa susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada pemda dan masyarakat.

Distrik Burtim: Wilayah Terpencil yang Sulit Diakses

Distrik Pantai Timur Bagian Barat merupakan salah satu wilayah di Sarmi yang aksesnya terbatas, baik melalui jalur darat maupun laut. Kondisi ini kerap menjadi kendala dalam proses pengumpulan data dampak bencana. BPBD Sarmi mengandalkan komunikasi radio dan jaringan telepon terbatas untuk menjangkau aparat distrik setempat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan, korban jiwa, maupun warga yang mengungsi. Hartono meminta warga di sekitar lokasi gempa tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dan tidak percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Bagikan
Sumber: papua.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks