SORONG — Ketua Umum IKALJATIM se-Tanah Papua, Dr. Ir. Yohanis Momot, M.T, menegaskan bahwa Mubes kali ini bukanlah sekadar rutinitas organisasi. Ia menyebut pertemuan itu sebagai langkah strategis untuk menyatukan visi seluruh anggota dalam semangat pengabdian.
“Kita memiliki tanggung jawab untuk terus menjaga persatuan, menghormati adat dan budaya lokal, serta hidup berdampingan secara harmonis dengan seluruh masyarakat di Papua,” ujar Yohanis dalam sambutannya di hadapan para peserta.
Mantan Kadis PUPR Ajak Alumni Fokus pada Kepedulian Sosial
Yohanis yang akrab disapa Anis Momot mengingatkan agar organisasi tidak berhenti sebagai tempat berkumpul. Ia mendorong seluruh pengurus dan anggota untuk menjadikan IKALJATIM sebagai wadah yang melahirkan karya nyata dan kepedulian sosial.
“Mari hadir dengan semangat gotong royong, memperkuat kepedulian sosial dan mendukung program-program pemerintah demi mewujudkan Papua yang aman, damai dan sejahtera,” katanya.
Paulus Waterpauw: Alumni Jatim Harus Jadi Teladan bagi Generasi Muda
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina IKALJATIM se-Tanah Papua, Komjen Pol (Purn) Dr. Drs. Paulus Waterpauw, M.Si, menilai pertemuan ini memiliki bobot strategis. Menurutnya, anggota IKALJATIM adalah bagian dari sumber daya manusia Papua yang memiliki pengalaman dan kapasitas untuk didedikasikan bagi kemajuan daerah.
“Kita harus tetap guyub, menjaga persaudaraan dan memberikan teladan yang baik bagi generasi muda. Sebagai alumni Jawa Timur, kita tunjukkan bahwa kebersamaan dan gotong royong adalah kekuatan,” ujar mantan Kapolda Papua itu.
Paulus mengingatkan pentingnya tradisi anjangsana dan kegiatan sosial seperti seminar, diskusi, serta forum terarah yang melibatkan tenaga kesehatan, akademisi, dan tokoh masyarakat. Ia menilai, IKALJATIM juga bisa berperan dalam pendampingan generasi muda dan keluarga untuk menyelesaikan persoalan sosial di tengah masyarakat.
Papua Butuh Perawatan Bersama Lewat Kegiatan Positif
Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua itu menekankan bahwa perhatian besar pemerintah pusat terhadap Papua harus diimbangi dengan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, persaudaraan dan dialog adalah kunci menjaga kedamaian.
“Papua harus dirawat dengan baik. Persaudaraan, dialog dan kegiatan sosial adalah bagian dari upaya menjaga kedamaian serta memperkuat kebersamaan,” pungkas Paulus.
Pembukaan Mubes II IKALJATIM ini turut dihadiri Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua Dr. Velix Vernando Wanggai, Akademisi Universitas Papua Dr. Agus Iriano Sumule, serta perwakilan dari Wali Kota Sorong dan Bupati Sorong. Forum ini diharapkan menjadi tonggak penguatan organisasi sebagai mitra pembangunan yang aktif dan harmonis bagi kemajuan Papua.