MERAUKE — Pemerintah pusat terus menggenjot pembangunan infrastruktur pendukung pertanian di kawasan sentra pangan Merauke. Kementerian PU menargetkan pembangunan jaringan irigasi primer sepanjang 135,4 kilometer di kawasan tersebut, dan hingga pertengahan 2026 progresnya telah mencapai 44 kilometer.
Selain irigasi primer, pembangunan saluran irigasi sekunder juga berjalan dengan capaian 16,31 kilometer dari target 61,6 kilometer. Untuk mendukung kawasan budidaya, jaringan irigasi pada demplot pertanian seluas 1.200 hektare hampir rampung dengan progres 88 persen, atau setara 20,45 kilometer dari total rencana 24,2 kilometer.
Biaya Produksi Petani Harus Serendah Mungkin
Menteri PU Dody Hanggodo menekankan bahwa seluruh pembangunan infrastruktur ini tidak boleh membebani petani dengan biaya tambahan. "Tidak boleh ada tambahan cost (biaya) lagi bagi petani. Cost para petani harus serendah-rendahnya. Keuntungan para petani harus setinggi-tingginya. Sehingga kehidupan petani makin hari makin layak, makin bagus," kata Dody dalam siaran pers, Rabu (29/7/2026).
Pernyataan ini menjadi komitmen pemerintah dalam membangun ekosistem pertanian terintegrasi di Merauke. Dengan irigasi yang memadai, petani tidak lagi bergantung pada musim hujan dan dapat menekan biaya pompa air yang selama ini membengkak.
58 Kilometer Jsudah Fungsional Meski Konstruksi Berjalan
Di sektor konektivitas, Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Bina Marga membangun jalan di kawasan KSPP Wanam untuk memperlancar distribusi logistik. Pembangunan Jalan KSPP Wanam–Muting Segmen I saat ini telah mencapai progres 3,59 persen, lebih tinggi dibanding target rencana sebesar 1,30 persen.
Meski pekerjaan konstruksi masih berlangsung, sepanjang 58 kilometer ruas jalan sudah fungsional dan dapat dilalui kendaraan. Jalan ini mulai dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian, mengurangi biaya angkut yang selama ini menjadi keluhan utama petani.
Sementara itu, pembangunan Jalan KSPP Wanam–Muting Segmen II menunjukkan progres 10,06 persen. Dari target pembangunan sepanjang 80 kilometer, sekitar 50 kilometer trase jalan telah berhasil dibuka sebagai bagian dari percepatan konektivitas kawasan.
Pengendalian Banjir untuk Lindungi Lahan Produksi
Kementerian PU juga mempercepat pembangunan infrastruktur pengendalian banjir agar kawasan produksi pangan tetap terlindungi. Hingga saat ini, progres pembangunan pengendalian banjir Paket I telah mencapai 39,02 persen atau lebih cepat dari target, sedangkan Paket II mencapai 36,65 persen.
Pembangunan jalan, irigasi, dan pengendalian banjir tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah membangun ekosistem pertanian yang terintegrasi di Merauke. Dengan infrastruktur yang semakin memadai, biaya produksi dan distribusi hasil panen diharapkan semakin efisien sehingga mendukung target swasembada pangan nasional sekaligus meningkatkan pendapatan petani.