Gerakan 17 Ton Sampah yang digagas Pemerintah Distrik Mimika Baru, Papua Tengah, berhasil mengumpulkan 22 ton bahan daur ulang hingga 17 Agustus 2026. Capaian ini melampaui target awal sebesar 17 ton yang dicanangkan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
TIMIKA — Kepala Distrik Mimika Baru, Merlyn Temorubun, mengonfirmasi capaian program pengumpulan sampah tersebut saat ditemui di Timika, Jumat (21/8/2026). Ia menyebutkan, dari 1 Agustus hingga 17 Agustus 2026, Pos Timbang Merdeka berhasil mencatatkan akumulasi bahan daur ulang yang signifikan.
“Dari 1 Agustus sampai 17 Agustus 2026, Gerakan 17 Ton Sampah melalui Pos Timbang Merdeka berhasil mengumpulkan 22 ton bahan daur ulang. Target 17 ton bukan hanya tercapai, tetapi terlampaui,” ujar Merlyn.
Partisipasi Warga dan Pasukan Hijau MIRU
Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja sama berbagai elemen masyarakat. Merlyn menyampaikan apresiasi kepada Pasukan Hijau MIRU yang bertugas di lapangan serta warga yang secara aktif mengumpulkan dan menyerahkan barang bekas ke pos timbang.
Menurutnya, antusiasme masyarakat datang dari beragam kalangan. Sebagian warga memilih menjual bahan daur ulang yang mereka kumpulkan, sementara yang lain menyumbangkan hasilnya untuk kepentingan gereja. Tak ketinggalan, para pelajar di wilayah tersebut juga turut berpartisipasi dengan membawa sampah daur ulang dari rumah masing-masing.
“Setiap kilogram yang terkumpul adalah hasil partisipasi kita bersama,” katanya.
Lebih dari Sekadar Angka: Kesadaran Nilai Ekonomi Sampah
Merlyn menilai capaian 22 ton bukanlah satu-satunya indikator keberhasilan program ini. Ia menekankan bahwa dampak yang lebih membahagiakan adalah tumbuhnya kesadaran warga akan nilai ekonomi dan sosial dari barang yang selama ini dianggap tidak berguna.
“Yang paling membahagiakan bagi kami bukan hanya angka 22 ton, tetapi melihat semakin banyak orang mulai menyadari bahwa barang yang selama ini dianggap sampah ternyata masih memiliki nilai ekonomi dan nilai sosial,” ujarnya.
Langkah Selanjutnya: Evaluasi dan Keberlanjutan Program
Pemerintah Distrik Mimika Baru memastikan gerakan ini tidak berhenti setelah momentum perayaan kemerdekaan usai. Merlyn menyatakan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk menentukan pola dan mekanisme pelaksanaan gerakan serupa di masa mendatang.
“Gerakan ini tidak berhenti di sini. Setelah pelaksanaan ini kami evaluasi, pola dan mekanisme berikutnya akan kami umumkan kembali,” pungkasnya.