MANOKWARI, RRI.CO.ID — Sanggar Iriantos di Manokwari membuka pintu bagi publik untuk mempelajari seni tari dan musik tradisional Papua. Lembaga itu tidak mempersoalkan latar belakang suku peserta. Siapa pun boleh bergabung untuk mengenal dan mengembangkan seni budaya Papua.
Ruang Belajar Terbuka untuk Umum
Wellem Yomaki, Pemilik Sanggar Iriantos, menyampaikan ajakan ini pada Kamis (3/9/2026). Sanggar berlokasi di Jalan Pahlawan Sangging, tepat bersebelahan dengan Taman Makam Pahlawan Sangging. Menurutnya, kesempatan ini terutama ditujukan bagi generasi muda yang ingin memperdalam seni.
"Jadi Sanggar Iriantos ini tidak hanya untuk anak-anak Papua, tetapi kita buka untuk umum. Jadi siapa saja yang mau ingin bergabung di Sanggar Iriantos itu bisa mendaftarkan diri," kata Wellem.
Pelengkap Muatan Lokal Sekolah
Wellem mendorong pelajar SMP dan SMA memanfaatkan sanggar sebagai ruang memperdalam pengetahuan seni dan budaya. Materi yang diajarkan di sanggar dapat melengkapi pelajaran muatan lokal di sekolah. Dengan begitu, peserta didik mendapatkan pengalaman praktis di luar kurikulum kelas.
Kemampuan seni juga menjadi bekal berharga bagi pelajar untuk mengikuti ajang resmi. Wellem mencontohkan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N). Kompetisi tersebut berlangsung berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten hingga nasional.
Dengan bergabung di Sanggar Iriantos, pelajar tidak hanya mewarisi budaya, tetapi juga menyiapkan diri untuk bersaing di panggung kompetisi seni antarwilayah.