Pencarian

BYD Resmi Nyalakan Pabrik Pertama di Subang, Menperin: Ini Momentum Bangun Industri dari Hulu ke Hilir

Jumat, 04 September 2026 • 15:53:31 WIB
BYD Resmi Nyalakan Pabrik Pertama di Subang, Menperin: Ini Momentum Bangun Industri dari Hulu ke Hilir
Menperin Agus Gumiwang meresmikan pabrik BYD pertama di Subang, Jawa Barat, Kamis.

PAPUA — Resminya pabrik BYD di Subang menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu hub manufaktur kendaraan listrik terbaru di Asia Tenggara. Pemerintah tidak hanya menyambut investasi ini, tetapi juga menaruh target besar: memperdalam struktur industri dari hulu ke hilir.

"Atas nama Pemerintah Republik Indonesia, kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada BYD atas kepercayaan dan komitmennya untuk berinvestasi serta mengembangkan kegiatan manufaktur kendaraan listrik di Indonesia. Kami sangat yakin BYD akan terus berkembang dan sukses di Indonesia," ujar Agus dalam sambutannya pada peresmian, Kamis.

Fase Pertumbuhan Manufaktur Nasional

Peresmian pabrik ini datang di tengah fundamental industri manufaktur yang tengah menguat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), industri pengolahan nonmigas (IPNM) tumbuh 5,32 persen secara year-on-year (yoy) pada triwulan II 2026. Angka ini sedikit di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat 5,29 persen.

“Terakhir kali pertumbuhan manufaktur berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional terjadi sekitar 14 tahun lalu. Ini menjadi sinyal yang sangat positif bagi industri kita,” ungkap Agus. Sinyal positif itu tidak berhenti pada angka pertumbuhan. Bank Dunia mencatat Manufacturing Value Added (MVA) Indonesia mencapai USD275,61 miliar pada 2025. Lonjakan dari USD265,07 miliar di tahun sebelumnya ini menggeser posisi Indonesia dari peringkat ke-13 ke peringkat ke-12 dunia.

Di kawasan ASEAN, nilai tambah manufaktur Indonesia disebut hampir dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan Thailand. Sementara di Asia, Indonesia bertengger di posisi kelima setelah Tiongkok, Jepang, India, dan Korea Selatan.

Kunci Diplomasi Investasi di Balik Pabrik BYD

Masuknya BYD ke Indonesia bukan proses singkat. Agus secara khusus menyoroti peran Luhut Binsar Pandjaitan yang disebutnya gigih mengawal investasi strategis ini. Saat menjabat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut melakukan diplomasi langsung dengan kantor pusat BYD di Shenzhen, Tiongkok.

"Saya menyaksikan langsung proses tersebut dan bagaimana Pak Luhut begitu gigih memperjuangkan agar investasi masuk ke Indonesia, termasuk investasi BYD. Proses yang panjang itu akhirnya dapat kita lihat hasilnya dengan berdirinya fasilitas produksi BYD di Indonesia," jelas Agus.

Perjalanan investasi ini juga beriringan dengan komitmen iklim Indonesia pasca Persetujuan Paris. Untuk itu, pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan. Regulasi teknis turunan di bidang investasi, fiskal, dan pengembangan pasar kemudian mengikuti.

Pabrik BYD Subang dan Arah Industri ke Depan

Kehadiran pabrik di Subang membuat pengembangan kendaraan listrik tidak lagi berhenti pada peningkatan konsumsi di pasar domestik. Kapasitas produksi dalam negeri menjadi fondasi untuk menciptakan nilai tambah lebih besar. Bagi konsumen, dampaknya baru akan terasa dalam jangka menengah—bukan hanya dari sisi harga, melainkan juga ketersediaan unit dan layanan purnajual yang lebih solid karena proses perakitannya dekat dengan pasar.

Penguatan basis manufaktur ini juga membuka peluang bagi industri komponen lokal untuk masuk ke rantai pasok BYD. Jika ekosistem ini berjalan mulus, Indonesia berpeluang meniru jejak Thailand yang lebih dulu mapan sebagai basis produksi otomotif ASEAN—tetapi dengan fokus pada kendaraan elektrifikasi.

Follow papuaonline.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: suarapemerintah.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks