JAYAPURA — Peserta pembekalan berasal dari tiga program studi, yakni Hukum Ekonomi Syariah, Hukum Keluarga Islam, dan Hukum Tata Negara. Methodius menyampaikan materi soal hubungan antara pengetahuan akademik dan praktik lapangan, khususnya dalam memahami hukum, kelembagaan, pelayanan publik, serta dinamika penyelenggaraan kehidupan bernegara.
Kegiatan berlangsung interaktif. Mahasiswa diberi ruang berdiskusi soal tantangan yang kemungkinan mereka hadapi selama PKL.
Mengapa Mahasiswa Fakultas Syariah Dinilai Punya Posisi Penting
Methodius menilai mahasiswa Fakultas Syariah berada di posisi strategis untuk memahami kaitan antara hukum, masyarakat, dan penyelenggaraan pemerintahan. Karena itu, ia menekankan pentingnya etika, disiplin, tanggung jawab, dan sikap profesional di lingkungan tempat praktik.
"PKL bukan hanya tentang hadir di tempat praktik dan menyelesaikan tugas akademik. Ini adalah kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar melihat secara langsung bagaimana hukum bekerja dalam kehidupan masyarakat dan bagaimana sebuah lembaga menjalankan kewenangannya," kata Methodius.
Integritas dan Batas Kepentingan Pribadi vs Kelembagaan
Satu hal yang ia garis bawahi: kemampuan membedakan kepentingan pribadi dengan kepentingan kelembagaan selama menjalankan PKL. Menurutnya, pengetahuan hukum saja tidak cukup tanpa karakter dan integritas.
"Mahasiswa hukum harus memiliki pengetahuan, tetapi pengetahuan saja tidak cukup. Harus dibangun juga karakter, integritas, etika, dan kemampuan untuk menerapkan pengetahuan tersebut secara bertanggung jawab," ujarnya.
Bagian dari Kerja Sama KY dan IAIN Fattahul Muluk Papua
Pembekalan ini merupakan bagian dari implementasi kerja sama antara Komisi Yudisial RI dan IAIN Fattahul Muluk Papua. Kerja sama tersebut mencakup pengembangan kapasitas mahasiswa melalui kegiatan akademik, pembekalan, diskusi, hingga pengalaman praktik di lapangan.
Methodius berharap mahasiswa memanfaatkan PKL untuk memperluas wawasan sekaligus membangun jejaring akademik dan profesional. Pengalaman selama praktik dinilainya menjadi bekal penting saat memasuki dunia kerja maupun menjalankan peran di tengah masyarakat.
"Gunakan kesempatan PKL ini untuk belajar sebanyak mungkin. Bangun komunikasi yang baik, jaga nama baik almamater, dan tunjukkan bahwa mahasiswa Fakultas Syariah IAIN Fattahul Muluk Papua mampu hadir dengan pengetahuan, etika, dan integritas," katanya.
Dengan pembekalan tersebut, 30 mahasiswa dari tiga program studi diharapkan melaksanakan PKL secara tertib, profesional, dan bertanggung jawab, serta mampu menghubungkan pengetahuan perkuliahan dengan pengalaman nyata di lapangan.