JAYAPURA — Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang menekankan bahwa generasi muda Papua merupakan aset penting bangsa yang harus dipersiapkan melalui tiga pilar utama: pendidikan, pembinaan karakter, dan penguatan nilai budaya lokal. Hal ini disampaikannya di Jayapura, Jumat, sebagai tindak lanjut dari forum dialog yang digelar sebelumnya.
Febriel menyebut masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu menjadi perhatian bersama. Pertama, keterbatasan akses pendidikan di sejumlah wilayah. Kedua, persoalan sosial seperti penyalahgunaan minuman keras. Ketiga, ancaman narkoba yang mulai menyasar kalangan muda.
"Karena itu pada Selasa (26/5) kami melakukan kegiatan coffee morning bersama tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, dan unsur pemerintah di mana ini merupakan hal penting dalam memperkuat kolaborasi agar terwujud generasi emas 2045," ujar Pangdam.
Forum yang digelar di Markas Kodam XVII/Cenderawasih itu dihadiri perwakilan dari berbagai elemen masyarakat. Menurut Febriel, penyelesaian persoalan generasi muda tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari tokoh adat yang menjaga kearifan lokal, tokoh agama yang membina moral, akademisi yang merumuskan solusi, hingga pemerintah daerah yang menjalankan kebijakan.
"Karena kualitas sumber daya manusia menjadi penentu masa depan Papua," tegasnya.
Pangdam berharap forum dialog tersebut melahirkan ide konstruktif dan langkah nyata untuk menciptakan generasi Papua yang cerdas, berkarakter, sehat, dan berdaya saing. Ia juga menekankan pentingnya memperkuat sinergi antarlembaga sebagai fondasi utama.
"Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, lembaga pendidikan, dan tokoh masyarakat sangat penting untuk membangun lingkungan yang mendukung tumbuh kembang generasi muda Papua," ujarnya.
Forum coffee morning ini menjadi salah satu langkah awal Kodam XVII/Cenderawasih dalam menjembatani komunikasi antara aparat keamanan dan masyarakat sipil. Dengan adanya kolaborasi lintas sektor, diharapkan persoalan seperti keterbatasan akses pendidikan dan penyalahgunaan narkoba bisa ditekan secara bertahap hingga tahun 2045.