WAMENA — FKUB Kabupaten Jayawijaya memanfaatkan momen Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah untuk merajut kembali tali persaudaraan yang sempat renggang akibat konflik antarsuku di Papua Pegunungan. Ajakan ini disampaikan langsung oleh Sekretaris FKUB Jayawijaya, Pdt Alexander Mauri, di Wamena, Rabu.
“Semangat kebersamaan yang diturunkan oleh Nabi Ibrahim AS dapat menjadi motivasi bagi kita untuk hidup saling mengasihi, menghargai, menghormati dan rela berkorban bagi sesama dan orang lain sekalipun,” kata Alexander.
Konflik Antarsuku Jadi Latar Belakang Seruan Damai
Alexander mengakui bahwa Kabupaten Jayawijaya masih dihadapkan pada konflik horizontal antarwarga. Melalui perayaan Idul Adha, ia berharap semua pihak bisa belajar menerima kenyataan dan melupakan masa lalu.
“Pada momentum ini mari kita sama-sama saling menjaga dan mengasihi sehingga memperkuat kerukunan umat beragama di daerah ini,” ujarnya.
Papua Pegunungan Milik Bersama, Harus Dirawat Bersama
Ia menambahkan, Papua Pegunungan adalah rumah bagi semua anak bangsa dan anak adat. Karena itu, perpecahan dan konflik sosial tidak boleh terjadi lagi. Semua elemen, termasuk suku-suku yang datang dari luar, diminta hidup dalam kasih dan toleransi.
“Kita harus bersama-sama membangun tali kasih, hidup dalam kerukunan umat beragama dan juga suku-suku yang ada di Papua Pegunungan maupun suku-suku yang datang dari luar supaya dapat hidup dalam kasih Tuhan,” katanya.
Umat Kristen di Jayawijaya Jaga Toleransi Saat Idul Adha
Alexander menegaskan bahwa sebagai umat Kristen, pihaknya bersama-sama menjaga nilai-nilai toleransi antarumat beragama ketika umat Muslim merayakan Idul Adha 1447 Hijriah. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa kerukunan di Jayawijaya bisa terus diperkuat.
“Kami sebagai umat Kristen bersama-sama menjaga nilai-nilai toleransi antarumat beragama ketika umat Muslim merayakan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah,” pungkasnya.