JAYAPURA — Kabupaten Keerom tidak sekadar menjadi lokasi pembangunan Pabrik Pakan Garuda Papua. Wilayah ini ditargetkan sebagai lumbung bahan bakunya. Pemerintah setempat menyebut produktivitas jagung yang mencapai 12 ton per hektare menjadi modal utama menjamin pasokan berkelanjutan.
Wakil Bupati Keerom, Daud, menegaskan keberadaan industri pengolahan pakan ini membuka peluang besar bagi petani jagung lokal. “Kebutuhan bahan baku dapat dipenuhi dari daerah setempat,” ujarnya di Jayapura, Kamis.
Pabrik Pakan Garuda Papua yang dibangun PT Irian Bhakti Mandiri ditargetkan beroperasi hingga 20 jam per hari. Komisaris Utama perusahaan, Abdul Kadir, mengungkapkan kebutuhan jagung untuk produksi pakan ternak mencapai 1.400 hingga 1.500 ton setiap bulan.
“Kami siap menjadi penampung hasil panen petani. Ini memastikan ketersediaan bahan baku sekaligus memberi kepastian pasar bagi petani lokal,” kata Abdul Kadir.
Pemkab Keerom tidak tinggal diam. Wakil Bupati Daud menjelaskan pemerintah daerah terus mendorong peningkatan produktivitas melalui pendampingan teknis, pemanfaatan teknologi pertanian, serta penguatan sarana dan prasarana.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, petani, dan pihak industri menjadi faktor kunci dalam menciptakan rantai pasok yang kuat. “Dengan demikian, keberadaan pabrik dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” imbuhnya.
Sebelumnya, Wakil Bupati Keerom Daud bersama Gubernur Papua Mathius D Fakhiri melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pabrik Pakan Garuda Bumi Papua di Kabupaten Keerom, Rabu (3/6). Langkah ini menandai dimulainya era baru industri pakan ternak di tanah Papua.
Dengan lahan pertanian yang luas dan status sebagai sentra produksi jagung di Papua, Keerom berpotensi menjadi pemasok utama yang diandalkan. Pabrik ini diharapkan tidak hanya menopang sektor peternakan, tetapi juga mengerek kesejahteraan petani jagung lokal.