PAPUA — Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, mendesak Polres Karawang untuk menindak tegas para pelaku kekerasan dan pencurian kendaraan bermotor yang menimpa Rafli dan Thoriq di Dusun Cirejag, Kecamatan Klari. Menurut Sahroni, aksi tersebut bukan lagi kategori kenakalan remaja, melainkan tindak kriminal yang mengancam keamanan masyarakat.
"Saya minta Polres Karawang segera tangkap para pelaku dan jebloskan ke penjara. Apa pun alasan dan alibinya, tindak kekerasan seperti ini tidak bisa ditoleransi," kata Sahroni dalam keterangannya, Selasa (8/6). Ia menambahkan bahwa korban hanya sedang nongkrong di warung tanpa mengganggu siapa pun, namun dianiaya dan dirampas motornya.
Peristiwa bermula saat Rafli dan Thoriq tengah berada di depan warung kelontong Madura di Dusun Cirejag, Desa Blendung. Tiba-tiba, sekelompok pemuda bersenjata tajam mendatangi mereka dan langsung melakukan intimidasi serta pemukulan. Kelompok pelaku diduga salah mengenali korban sebagai anggota kelompok lawan yang sedang mereka cari.
Rekaman CCTV menjadi bukti kunci pengungkapan kasus ini. Video tersebut menunjukkan detik-detik kedua korban diserang secara brutal. Salah satu korban sempat menyelamatkan diri dengan masuk ke dalam warung, namun pelaku tetap nekat membawa kabur sepeda motor milik Thoriq. Beruntung, tidak ada luka fisik serius pada korban, dan motor tersebut telah dikembalikan setelah video aksi curanmor itu viral.
Kasie Humas Polres Karawang Ipda Cep Wildan menjelaskan bahwa aparat dari Polsek Klari dan Satreskrim Polres Karawang langsung bergerak setelah menerima laporan dan video viral. Polisi telah mengidentifikasi dua pelaku utama berinisial AG dan SP. AG diketahui mengenakan helm hitam dan memukul korban menggunakan senjata tajam, sementara SP terlihat memegang celurit dan mengancam korban.
Petugas sempat mendatangi kediaman kedua pelaku untuk melakukan penangkapan. Namun, AG dan SP sudah tidak berada di tempat dan diduga telah melarikan diri. Satreskrim Polres Karawang dan Polsek Klari menegaskan akan terus melakukan penyelidikan dan pengejaran hingga para pelaku berhasil diamankan.
Sahroni menekankan bahwa ketegasan aparat sangat diperlukan agar para pelaku tawuran dan kejahatan jalanan memahami bahwa tindakan mereka berujung pada konsekuensi hukum yang berat. "Masyarakat berhak merasa aman saat beraktivitas, baik saat bekerja malam, pergi ke pasar, beribadah subuh, maupun sekadar berkumpul dengan teman," ujarnya.