WASHINGTON — Dewan Eksekutif IMF merestui dua skema pencairan sekaligus bagi Papua Nugini pada Senin (8/6) waktu setempat. Keputusan ini membuka akses langsung negara tersebut terhadap dana sekitar US$82 juta dari program Extended Fund Facility (EFF) dan Extended Credit Facility (ECF). Ditambah lagi, sekitar US$81 juta dari program Resilience and Sustainability Facility (RSF) juga siap dikucurkan.
Total dana yang mengalir mencapai US$163 juta. Program EFF dan ECF sendiri telah disetujui sejak 2023 lalu untuk mengatasi defisit neraca pembayaran yang berkepanjangan, yang selama ini memicu kelangkaan devisa di Papua Nugini. Sementara itu, program RSF yang disetujui setahun kemudian, pada 2024, secara spesifik menyasar kerentanan struktural akibat perubahan iklim.
Kinerja Ekonomi Tetap Terjaga meski Ada Perlambatan
IMF mencatat seluruh kriteria kinerja kuantitatif dan target indikatif program EFF/ECF hingga akhir Desember 2025 telah tercapai. Target indikatif hingga akhir Maret 2026 juga terpenuhi. Enam tolok ukur struktural yang dijadwalkan telah dipenuhi, meskipun beberapa di antaranya mengalami keterlambatan pelaksanaan.
Meski begitu, prospek ekonomi Papua Nugini ke depan menunjukkan tren perlambatan. IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi negara itu akan turun menjadi 3,8 persen pada 2026, dari estimasi 5,6 persen pada 2025. Inflasi utama diproyeksikan naik moderat ke angka 4,8 persen pada tahun yang sama.
Kebijakan Fiskal dan Impor Jadi Perhatian
Tekanan terhadap perekonomian Papua Nugini juga datang dari sisi impor. Kenaikan biaya impor diperkirakan terjadi, namun sebagian akan diimbangi oleh perpanjangan keringanan pajak barang dan jasa yang berlaku hingga akhir 2026. Kebijakan ini diharapkan bisa menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan harga global.
Pencairan dana tahap ini merupakan tinjauan keenam untuk program EFF/ECF dan tinjauan ketiga untuk program RSF. Dengan disetujuinya pendanaan baru ini, IMF menegaskan komitmennya untuk terus mendukung stabilitas makroekonomi dan ketahanan fiskal Papua Nugini dalam jangka panjang.