PAPUA — Pertamina Patra Niaga memastikan harga BBM bersubsidi tidak ikut naik di tengah penyesuaian harga Pertamax yang berlaku per 10 Juni 2026. Pertalite masih dijual Rp10.000 per liter, sementara Biosolar tetap Rp6.800 per liter.
Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan penyesuaian harga dilakukan setelah berkoordinasi dengan pemerintah sebagai regulator. Proses evaluasi menggunakan formula harga yang telah ditetapkan demi menjaga keberlanjutan bisnis dan kualitas layanan.
"Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah," ujar Roberth dalam keterangan resmi.
Area Manager Communication, Relations & CSR Papua Maluku, Ispiani Abbas, merinci harga terbaru yang berlaku di seluruh provinsi di Papua dan Maluku. Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) ditetapkan sebesar 7,5 persen.
Roberth menjelaskan, penyesuaian harga BBM non-subsidi merupakan bagian dari tata kelola energi untuk menjaga keseimbangan antara keberlanjutan bisnis dan kepastian pasokan energi bagi masyarakat. Evaluasi dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia.
"Kami memastikan pasokan Pertamax dan Pertamax Green tetap aman serta tersedia di jaringan SPBU Pertamina," katanya.
Masyarakat dapat memperoleh informasi harga BBM terbaru melalui kanal resmi Pertamina Patra Niaga maupun aplikasi MyPertamina. Pertamina juga menyediakan layanan Contact Center 135 untuk informasi terkait produk dan layanan perusahaan.
Pertamina Patra Niaga menegaskan tetap menjamin ketersediaan dan kualitas produk BBM di seluruh Indonesia, termasuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal pasca penyesuaian harga ini.