JAYAPURA — Angka transaksi AgenBRILink di Papua terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Hingga akhir Mei 2026, BRI Regional Office Jayapura mencatat nilai transaksi mencapai Rp11,92 triliun, dengan jumlah agen sebanyak 14.280 unit yang tersebar di berbagai wilayah, termasuk kawasan pedalaman yang selama ini sulit dijangkau layanan perbankan konvensional.
AgenBRILink tidak hanya melayani transfer dana. Layanan yang disediakan mencakup pembayaran tagihan listrik, air, dan cicilan, pembelian pulsa dan paket data, top up uang elektronik, hingga setor dan tarik tunai. “AgenBRILink menjadi salah satu andalan masyarakat karena mampu menjangkau kebutuhan transaksi di berbagai wilayah sehingga aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan dengan baik,” ujar Kepala Cabang BRI Abepura Sezar Perdana Agusaputra di Jayapura, Senin.
Salah satu agen sukses adalah Darwin Chandra, pemilik Kios Hari-hari di Abepura. Ia memulai usaha dari kios retail sederhana pada 2011, lalu bergabung sebagai AgenBRILink pada 2017 setelah mendapat tawaran kerja sama dari BRI. Hanya tiga bulan bergabung, Darwin berhasil mencapai target transaksi dan memperoleh penghargaan dari BRI.
Pada 2023, Darwin menambah sejumlah titik layanan, termasuk dua unit layanan bergerak menggunakan mobil yang ditempatkan di kawasan strategis. Salah satunya di sekitar Universitas Cenderawasih untuk memudahkan mahasiswa dan masyarakat melakukan transaksi keuangan. “Saya bergabung sebagai AgenBRILink pada 2017 setelah mendapat tawaran kerja sama dari BRI. Tiga bulan setelah bergabung, kami berhasil mencapai target transaksi dan memperoleh penghargaan dari BRI,” kata Darwin.
Saat ini, jaringan usaha yang dikelola Darwin melayani 400 hingga 500 transaksi per hari. Usaha itu mempekerjakan 15 karyawan, di mana sekitar 70 persen merupakan Orang Asli Papua (OAP). “Berkat konsistensi pelayanan, kami berhasil meraih penghargaan umrah dari BRI pada 2024 dan kembali mendapat penghargaan serupa pada 2025,” jelasnya.
Darwin berharap dukungan BRI kepada agen terus ditingkatkan guna memperluas pelayanan keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Ia pun menjadi contoh bagaimana program keagenan perbankan bisa menjadi motor penggerak ekonomi lokal di Papua.