Bupati Jayapura Paparkan Master Plan Wisata Bahari Khalkote ke Wamenpar, Festival Danau Sentani 2026 Siap Digelar

Penulis: Saiful  •  Rabu, 10 Juni 2026 | 19:57:01 WIB
Bupati Jayapura Yunus Wonda memaparkan master plan wisata bahari Khalkote kepada Wakil Menteri Pariwisata di Jakarta.

JAYAPURA — Pemerintah Kabupaten Jayapura tidak hanya membahas agenda seremonial dalam audiensi dengan Kementerian Pariwisata di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat. Bupati Yunus Wonda datang dengan membawa peta jalan pengembangan destinasi yang ambisius, mulai dari kawasan wisata bahari Khalkote di Distrik Sentani Timur hingga rencana revitalisasi total kawasan Festival Danau Sentani (FDS).

Dalam pertemuan tersebut, Bupati didampingi Kepala Dinas Pariwisata Elisa Yarusabra, Konsultan Pariwisata Agus Jerri S. Aronggear, serta Kabag Humas dan Protokol Michael Yewi. Rombongan diterima langsung oleh Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ernawati beserta jajaran asisten deputi.

FDS 2026: Bukan Sekadar Event Tahunan

Yunus Wonda mengakui bahwa FDS tidak digelar pada 2025 karena bertepatan dengan masa awal kepemimpinannya. "Kami butuh waktu untuk pembenahan dan persiapan yang lebih matang," ujarnya.

Yang menarik, Pemkab Jayapura tidak ingin festival ini berakhir seperti tahun-tahun sebelumnya. "Setelah event selesai, aktivitas di lokasi juga berhenti. Tahun ini kami ingin mengubah pola itu," tegas Bupati. Kawasan festival kini sedang ditata ulang menjadi pusat kegiatan ekonomi permanen: sentra kuliner khas Papua, UMKM, dan lokasi kegiatan budaya sepanjang tahun.

Rangkaian pra-event FDS akan dimulai pada minggu ketiga Juli 2026, melibatkan seluruh distrik di Kabupaten Jayapura. Puncak festival dijadwalkan pada 3 hingga 5 Agustus 2026.

Jadwal Dielaraskan dengan Festival Lembah Baliem

Strategi promosi wisata yang diusung kali ini cukup cerdas. Pemkab Jayapura sengaja menyelaraskan jadwal FDS dengan Festival Lembah Baliem di Wamena. "Kami ingin wisatawan yang datang ke Sentani dapat melanjutkan perjalanan ke Wamena. Kunjungan wisata tidak terputus hanya pada satu event, tetapi menjadi rangkaian destinasi yang saling terhubung," kata Yunus Wonda.

Pemerintah daerah juga akan melibatkan kabupaten tetangga seperti Sarmi, Kota Jayapura, dan Keerom untuk membuka stand UMKM. Sejumlah kabupaten di Papua Pegunungan pun telah menyatakan minat untuk berpartisipasi.

Dukungan Pusat dan Target Kawasan Terintegrasi

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ernawati menyambut baik konsep yang dipaparkan. Ia mengapresiasi rencana menjadikan kawasan festival tetap hidup dan produktif setelah event selesai. "Kawasan Festival Danau Sentani berpotensi menjadi model kawasan pariwisata terintegrasi yang tidak hanya menampilkan atraksi budaya, tetapi juga mengedepankan pengelolaan lingkungan dan edukasi masyarakat," ujarnya.

Ni Luh juga mendorong penambahan atraksi wisata air dan kolaborasi dengan pihak swasta. Ia mengingatkan pentingnya pengelolaan sampah selama festival agar kawasan tetap bersih dan nyaman. Kementerian Pariwisata, kata dia, siap membantu promosi melalui platform Pesona Indonesia dan Wonderful Indonesia.

Selain FDS, Bupati juga mempromosikan destinasi Tanah Merah dan sejumlah titik unggulan di Distrik Depapre. Ia berharap Menteri Pariwisata RI dapat hadir langsung pada puncak FDS 2026 mendatang.

Reporter: Saiful
Back to top