PAPUA — PSSI tidak memberi jeda panjang bagi Timnas Putri Indonesia. Begitu laga uji coba melawan Singapura dan Kamboja dalam Garuda Championship Series rampung, pemusatan latihan langsung digelar. Lokasi yang dipilih masih sama: Bandung, kota yang sebelumnya beberapa kali menjadi basis pemusatan latihan Garuda Pertiwi.
Erick Thohir menjelaskan bahwa dua pertandingan persahabatan tersebut merupakan bagian dari siklus persiapan menuju Piala AFF Putri yang rencananya dimulai pada 7 Juli 2026. "Setelah ini kami juga akan langsung menggelar training camp (TC). Mudah-mudahan tim putri bisa semakin solid dan tentu ada peningkatan prestasi," ujar Erick kepada wartawan.
PSSI berharap TC jangka panjang ini mampu memperkuat chemistry antarpemain sekaligus mematangkan strategi racikan pelatih Satoru Mochizuki. Waktu yang tersisa hingga Juli dianggap krusial untuk membangun kekompakan tim.
Meski persiapan berjalan, sejumlah pemain diaspora belum bisa merapat. Salah satunya Claudia Scheunemann, penyerang 17 tahun yang memperkuat FC Utrecht Women di Belanda. Ia absen dalam Garuda Championship Series karena masih memiliki kewajiban bersama klubnya.
Erick menilai situasi ini wajar mengingat komitmen profesional para pemain. "Ya, memang beberapa pemain masih memperkuat klubnya masing-masing dalam pertandingan. Jadi kita harus memberi kesempatan mereka untuk beradaptasi," terangnya.
Di tengah absennya pemain diaspora, Erick justru menyoroti perkembangan positif dari talenta lokal. Nama Gea Yumanda, bek kelahiran Batam, 27 Juni 2006, menjadi sorotan. Pemain berusia 19 tahun itu kini menjadi pilihan utama Satoru Mochizuki di lini belakang.
"Tetapi yang penting, saya juga melihat perkembangan para pemain putri dari hasil pembinaan grassroots yang mulai bermunculan, seperti Gea. Sekarang dia menjadi salah satu pemain yang memiliki prospek bagus," ungkap Erick.
Erick mengakui masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama di sektor pertahanan. Ia menilai beberapa pemain center back belum tampil maksimal. Evaluasi akan terus dilakukan untuk memastikan kedalaman skuad yang lebih baik.
PSSI saat ini telah menjalankan program pembinaan di 16 provinsi. Erick berharap program ini terus ditingkatkan agar menghasilkan lebih banyak pemain potensial untuk masa depan Timnas Putri Indonesia. "Karena beberapa pemain center back kita mungkin belum maksimal, nanti akan kita evaluasi lagi," pungkasnya.