KEPULAUAN YAPEN — Tujuh penghargaan nasional diraih Adelheid Sallen Abaa, putri Papua kelahiran Manokwari yang berasal dari Serui, dalam kompetisi penulisan artikel sepanjang 1–28 Februari 2026. Mahasiswi S1 Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Gereja Kristen Injili I.S. Kijne Jayapura (STFT GKI I.S. Kijne Jayapura) ini menyabet penghargaan di tujuh kategori berbeda, mulai dari konsep kreatif hingga riset berbasis lingkungan.
Prestasi ini tidak instan. Sebelum menembus kompetisi nasional, Adelheid menuntaskan pendidikan Diploma Tiga di Sekolah Alkitab Malam (SAM) GKI Harapan Abepura pada 22 Maret 2026. “Setiap prestasi memiliki cerita panjang yang tidak selalu terlihat pada deretan sertifikat dan penghargaan,” demikian narasi dalam profil perjalanan akademiknya. Bekal dari SAM menjadi fondasi karakter, wawasan, dan kemampuan berpikir kritis yang ia kembangkan melalui penelitian dan penulisan karya ilmiah.
Adelheid tidak hanya unggul di satu bidang. Di kategori kesehatan, ia meraih Best Creative Concept Award untuk karya dengan inovasi kuat. Di bidang hukum, ia mendapatkan Best Solution Award. Sementara di bidang kepemudaan, Best Visualisasi Award menjadi bukti kemampuannya menyajikan gagasan secara komunikatif.
Bidang lingkungan dan pembangunan masing-masing memberikan penghargaan Best Research Award, menandakan kedalaman analisisnya terhadap isu keberlanjutan dan dinamika pembangunan. Sektor pendidikan mengapresiasinya melalui Best Visualisasi Award. Terakhir, bidang teknologi memberikan Best Research Award untuk pemahamannya terhadap perkembangan teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Riwayat pendidikan Adelheid menjadi kunci pencapaian ini. Ia memulai dari Sekolah Alkitab Malam GKI Harapan Abepura sebelum melanjutkan ke jenjang sarjana di STFT GKI I.S. Kijne Jayapura. “Konsistensi menjalani proses pendidikan membuat Adelheid dikenal sebagai sosok yang aktif mengembangkan kapasitas diri melalui pembelajaran, penelitian, dan penulisan karya ilmiah yang relevan dengan berbagai isu sosial kemasyarakatan,” demikian catatan dari institusi pendidikannya.
Ketujuh penghargaan ini mengharumkan nama tanah kelahiran Serui dan Kepulauan Yapen. Ini menjadi bukti bahwa literasi dan ketekunan akademik mampu membawa seorang putri daerah bersaing di tingkat nasional. Kisah Adelheid Sallen Abaa menjadi contoh nyata bagaimana proses pendidikan yang panjang dan konsisten melahirkan prestasi lintas disiplin ilmu.