Microsoft Siapkan Opsi Radikal untuk Xbox: Spin-off hingga Joint Venture Saat Divisi Gim Terus Merugi

Penulis: Saiful  •  Minggu, 14 Juni 2026 | 01:51:31 WIB
Microsoft pertimbangkan spin-off Xbox untuk atasi kerugian divisi gim.

Menurut sumber yang dikutip The Information, manajemen Microsoft belum menutup kemungkinan merestrukturisasi Xbox menjadi entitas terpisah—mirip dengan status LinkedIn atau GitHub saat ini. Meski belum ada rencana konkret yang berjalan, opsi tersebut tetap berada di atas meja sebagai skenario penyelamatan.

Krisis Konsol: Belanja Raksasa Tak Berbuah Manis

Dalam beberapa tahun terakhir, Microsoft menggelontorkan puluhan miliar dolar untuk mengakuisisi studio game—dari Bethesda senilai US$7,5 miliar hingga Activision Blizzard sebesar US$68,7 miliar. Namun strategi itu gagal mendongkrak penjualan konsol Xbox.

Divisi ini justru mencatat profitabilitas yang terus menurun. Industri game global juga dihantam kenaikan biaya memori yang meroket, memperparah tekanan margin.

Sejak menjabat sebagai CEO Xbox pada Februari lalu, Asha Sharma sudah memberi sinyal perubahan dramatis. Langkah-langkah awal termasuk mengerem rilis game multiplatform dan menurunkan harga langganan Game Pass.

Waralaba Andalan Mandek, Penggemar Mulai Gelisah

Masalah terbesar Xbox saat ini adalah kekosongan rilis besar. Waralaba andalan seperti Halo, Fallout, dan The Elder Scrolls tak kunjung melahirkan sekuel baru yang signifikan selama bertahun-tahun.

Halo Infinite yang rilis pada 2021 justru menodai peluncuran Xbox Series X/S dengan performa mengecewakan. Kini 343 Industries telah direorganisasi menjadi Halo Studios, dan proyek berikutnya beralih dari mesin internal ke Unreal Engine 5. Sebuah remake Halo pertama dijadwalkan rilis bulan depan, tapi status pengembangan sekuel sejatinya masih abu-abu.

The Elder Scrolls VI tak terlihat batang hidungnya delapan tahun setelah pengumuman awal. CEO Bethesda Todd Howard mengonfirmasi game itu masih bertahun-tahun lagi rilis. Sementara itu, Fallout bahkan lebih jauh—produksi baru akan dimulai setelah The Elder Scrolls VI rampung.

Spekulasi beredar bahwa Microsoft mungkin menyerahkan Fallout ke Obsidian, studio yang kini menaungi kreator franchise Tim Cain. InXile, anak usaha Microsoft lainnya, juga memiliki keterkaitan historis dengan waralaba tersebut.

Layoff dan Iklan dalam Gim: Jurus Bertahan Hidup?

Dalam memo internal, Sharma mengisyaratkan lebih banyak perubahan besar, termasuk kemungkinan pemutusan hubungan kerja massal untuk mengendalikan biaya. Chief Strategy Officer Matthew Ball juga melontarkan ide penggunaan iklan dalam gim untuk membantu menutup biaya operasional.

Namun di tengah tekanan, CEO Satya Nadella dan CFO Amy Hood tetap memberi lampu hijau kepada Sharma untuk meningkatkan belanja guna mempercepat pengembangan waralaba utama seperti Halo, Fallout, dan The Elder Scrolls. Gears of War—satu lagi titan Xbox—kebetulan akan mendapat prekuel tahun ini.

Apa Kata Mantan Bos PlayStation?

Menyikapi rumor ini, mantan CEO PlayStation Shuhei Yoshida justru melontarkan prediksi pesimistis. Ia mengatakan Xbox pada akhirnya akan "larut" ke dalam Windows—mungkin merujuk pada rencana konsol Xbox berikutnya berkode Helix yang disebut-sebut akan mendukung gim PC. Sebuah skenario yang jika terjadi, akan mengubah peta persaingan konsol global secara fundamental.

Reporter: Saiful
Sumber: techspot.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top