BRIN dan Pemprov Papua Teken MoU Pembangunan Bandar Antariksa di Biak Numfor, Ini Cakupan Kerja Samanya

Penulis: Fajar  •  Minggu, 14 Juni 2026 | 13:30:01 WIB
BRIN, Pemprov Papua, dan Pemkab Biak Numfor menandatangani MoU pembangunan Bandar Antariksa di Biak Numfor.

JAYAPURA — Pembangunan Bandar Antariksa di Kabupaten Biak Numfor memasuki babak baru setelah tiga pihak meneken nota kesepahaman. BRIN, Pemprov Papua, dan Pemkab Biak Numfor sepakat mengawali kerja sama yang mencakup perencanaan, penyediaan lahan, hingga pemberdayaan masyarakat lokal.

Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen mengatakan bahwa kesepakatan ini bukan sekadar seremonial. “Kehadiran bandar antariksa mampu membuka akses investasi, meningkatnya pembangunan infrastruktur, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat kapasitas sumber daya manusia lokal maupun kemajuan riset dan inovasi nasional,” kata Wagub Rumaropen dalam keterangannya, Sabtu (13/6/2026).

Apa Saja yang Disepakati dalam MoU Bandar Antariksa Biak?

Nota kesepahaman yang diteken di Jayapura itu mencakup delapan poin utama. Mulai dari perencanaan pembangunan bandar antariksa, penyediaan lahan, pengurusan perizinan, pembangunan infrastruktur pendukung, hingga penyusunan kajian dan kebijakan. Tak ketinggalan, diseminasi dan publikasi serta pemberdayaan masyarakat juga masuk dalam daftar kerja sama.

“Kerja sama ini menjadi landasan awal bagi pelaksanaan berbagai program dan kegiatan yang akan ditindaklanjuti melalui perjanjian kerja sama teknis oleh para pihak,” ucap Wagub Rumaropen.

Mengapa Biak Numfor Dipilih sebagai Lokasi Bandar Antariksa?

Pemerintah menilai posisi geografis Biak Numfor sangat strategis untuk mendukung aktivitas keantariksaan Indonesia. Wagub Rumaropen menyebut bahwa letak daerah itu memiliki keunggulan yang tidak dimiliki banyak wilayah lain di Tanah Air.

“Dengan posisi geografis yang sangat potensial, Biak Numfor dinilai memiliki keunggulan strategis untuk mendukung pengembangan aktivitas keantariksaan di Indonesia,” jelasnya.

Selain faktor geografis, pembangunan bandar antariksa ini juga diharapkan menjadi motor transformasi Papua menuju daerah yang maju, inovatif, dan berdaya saing. Pemerintah menyambut baik kolaborasi ini sebagai langkah strategis mempercepat perubahan di Bumi Cenderawasih.

Dampak bagi Masyarakat Papua: Investasi, Infrastruktur, dan SDM Lokal

Wagub Rumaropen menekankan bahwa proyek ini bukan hanya soal teknologi roket atau satelit. Manfaat nyata bagi warga Papua menjadi prioritas. “Kehadiran bandar antariksa mampu membuka akses investasi, meningkatnya pembangunan infrastruktur, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat kapasitas sumber daya manusia lokal,” kata dia.

Pemerintah berharap sinergi antara BRIN, pemprov, dan pemkab ini menjadi tonggak penting dalam mendorong kemajuan teknologi nasional. “Sekaligus pembangunan bandar antariksa ini memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Papua,” pungkas Wagub Rumaropen.

Langkah selanjutnya, ketiga pihak akan menyusun perjanjian kerja sama teknis yang lebih detail. Proses perizinan dan penyediaan lahan menjadi agenda prioritas dalam waktu dekat.

Reporter: Fajar
Sumber: seputarpapua.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top