PAPUA — Gabungan penjualan Hyundai Motor Co. dan Kia Corp. mencapai 589.936 unit dalam empat bulan pertama tahun ini, tumbuh 1,3 persen secara tahunan. Data dari pelacak industri Omdia menempatkan Hyundai Motor Group di peringkat keempat pasar AS, di bawah General Motors, Toyota, dan Ford.
Sepanjang 2025, Hyundai Motor Group mencatat rekor pangsa pasar 11,3 persen di AS. Para pengamat industri optimistis raksasa otomotif Korea Selatan ini bisa menembus ambang 12 persen pada tahun 2026 jika tren penjualan kendaraan ramah lingkungan terus berlanjut.
Kenaikan harga minyak global disebut menjadi faktor yang memperkuat pergeseran permintaan konsumen dari kendaraan konvensional ke model hybrid dan listrik. Hyundai dan Kia dianggap paling siap menjawab pergeseran ini.
"Melalui strategi powertrain kami yang mencakup seluruh jajaran ramah lingkungan, kami menanggapi permintaan pasar dengan cara yang fleksibel," kata seorang pejabat Hyundai Motor dalam pernyataan yang dikutip Yonhap, Minggu.
Pendekatan ini berbeda dari banyak pabrikan lain yang masih fokus pada satu jenis elektrifikasi. Hyundai menggabungkan model hybrid, plug-in hybrid, dan kendaraan listrik murni dalam satu lini produk, memberi konsumen lebih banyak opsi tergantung kebutuhan dan infrastruktur pengisian daya di wilayah mereka.
Pencapaian Hyundai Motor Group di AS menjadi indikator penting bagi strategi global mereka. Pasar Amerika Serikat adalah salah satu barometer utama industri otomotif dunia, dan pangsa 11,8 persen menunjukkan daya saing produk Hyundai dan Kia di segmen kendaraan ramah lingkungan.
Di Indonesia, Hyundai dan Kia juga terus memperkuat lini kendaraan elektrifikasi mereka. Hyundai Ioniq 5 dan Kia EV6 menjadi andalan di segmen mobil listrik, sementara varian hybrid seperti Hyundai Santa Fe Hybrid dan Kia Sorento Hybrid mulai mendapat perhatian lebih dari konsumen Tanah Air yang mencari efisiensi bahan bakar tanpa khawatir infrastruktur pengisian daya.