PAPUA — Google Chrome resmi menutup total dukungan untuk ekstensi berbasis Manifest V2 (MV2). Langkah ini secara langsung mengakhiri penggunaan pemblokir iklan populer seperti uBlock Origin di browser dengan basis Chromium. Keputusan ini sudah diantisipasi selama bertahun-tahun, tetapi kini menjadi final setelah Google menghapus celah teknis terakhir yang tersisa.
CyberNews melaporkan adanya perubahan kode (commit) di Chromium yang menghapus dukungan untuk flag bernama kExtensionManifestV2Disabled. Flag ini sebelumnya menjadi jalan pintas (loophole) bagi pengguna yang masih ingin menjalankan ekstensi MV2. Dalam kode tersebut, flag ini disebut sebagai "kode mati" (dead code) karena Chrome sudah tidak lagi mendukung ekstensi MV2 di semua versi.
Seorang insinyur Google yang terlibat dalam perubahan kode tersebut menjelaskan alasannya. "Ekstensi MV2 tidak lagi diizinkan di versi Chrome mana pun yang didukung, dan kami menghapus dukungan untuknya beserta fungsionalitas terkait," tulisnya. Ia menambahkan bahwa mempertahankan fitur ini akan menimbulkan kompleksitas, utang teknis, dan risiko keamanan, termasuk sejumlah bug spesifik yang baru ditemukan pada MV2.
Proses penghapusan akan dilakukan dalam dua tahap. Chrome 150, yang dijadwalkan rilis pada 30 Juni 2026, akan menghapus flag ExtensionManifestV2Disabled. Setelahnya, Chrome 151 yang diperkirakan hadir pada Juli 2026 akan menghapus sisa flag lainnya, yaitu ExtensionManifestV2Unsupported, ExtensionManifestV2Availability, dan AllowLegacyMV2Extensions.
Informasi ini dikonfirmasi oleh berbagai sumber, termasuk AllAboutCookies, PiunikaWeb, dan PCWorld. W3C WebExtensions Community Group juga mendokumentasikan keputusan ini pada 20 Mei 2026, merujuk pada ulasan kode Chromium yang sama.
Keputusan ini tidak hanya berdampak pada Google Chrome. Browser lain yang berbasis Chromium, seperti Microsoft Edge dan Opera, diperkirakan akan mengikuti langkah serupa. Namun, catatan dari insinyur Google menyebutkan bahwa "browser lain dapat terus mendukung ekstensi ini jika mereka menginginkannya." Ini berarti pengguna mungkin masih bisa beralih ke browser alternatif yang tidak berbasis Chromium jika tetap ingin menggunakan pemblokir iklan berbasis MV2.
Bagi pengguna awam, perubahan ini berarti ekstensi pemblokir iklan seperti uBlock Origin versi lawas tidak akan lagi berfungsi di Chrome. Pengguna disarankan untuk mencari alternatif ekstensi yang sudah diperbarui ke Manifest V3. Meskipun MV3 membatasi kemampuan pemblokiran iklan secara real-time, beberapa pengembang telah merilis versi baru dari ekstensi mereka yang kompatibel dengan standar ini.
Bagi pengguna power user yang selama ini mengandalkan flag tersembunyi, metode tersebut tidak lagi praktis. Satu-satunya cara yang tersisa setelah Chrome 150 hanyalah melalui DevTools yang membutuhkan pengaturan manual setiap sesi browsing.