JAYAPURA — Dua pekan menjelang pemungutan suara, ketegangan politik di Kaledonia Baru meningkat. Otoritas Prancis mengerahkan pasukan keamanan dalam jumlah besar, baik gendarmerie maupun polisi, untuk mengamankan proses demokrasi yang berlangsung di tengah situasi sosial-ekonomi yang rapuh pasca-kerusuhan mematikan tahun 2024 lalu.
Salah satu insiden yang menjadi perhatian adalah pencurian massal sekitar 37 tiang telekomunikasi di kota kecil Poum, yang terletak di ujung utara pulau utama Grande Terre. Peralatan milik operator telekomunikasi negara, OPT (Office des Postes et Télécommunications), itu dipotong di permukaan jalan sepanjang lebih dari satu kilometer dan kemudian dibawa kabur oleh pelaku yang belum tertangkap.
Wali Kota Poum, Marc Tidjine, menyerukan warganya untuk bersikap bertanggung jawab. “Sulit untuk menyatukan orang-orang dengan insiden-insiden yang mengarah ke arah yang salah seperti ini,” ujarnya. Selain pencurian tiang, sejumlah mesin ATM di ibu kota Nouméa juga dilaporkan dirusak pekan lalu.
Perdana Menteri Prancis Sébastien Lecornu secara khusus memperingatkan tentang potensi campur tangan asing melalui ruang digital. Dalam konferensi pers di Paris, ia mengutip laporan terbaru dari lembaga pengawas digital Prancis, Viginum, yang mendeteksi pola gangguan serupa pada masa lalu.
“Campur tangan digital asing merupakan ancaman yang semakin besar bagi kehidupan dan debat demokratis,” kata Lecornu. Ia menambahkan bahwa kerentanan Kaledonia Baru terletak pada posisinya yang strategis di kawasan Pasifik. Pemerintah Prancis telah menyiagakan pemantauan real-time untuk mengungkap upaya disinformasi dan melindungi pemilih.
Kekhawatiran ini bukan tanpa dasar. Kerusuhan Mei 2024 yang menewaskan 14 orang dan menyebabkan kerugian material lebih dari €2 miliar, menurut laporan Viginum, juga dipicu oleh gelombang disinformasi dari luar. Pemilihan presiden Prancis pada April 2027 disebut sebagai target berikutnya dari ancaman serupa.
Pemilu tahun ini mempertemukan dua blok utama. Di satu sisi, koalisi pro-Prancis yang menyatukan Les Loyalistes, Rassemblement-LR, dan Génération NC. Di sisi lain, kubu pro-kemerdekaan yang diwakili FLNKS (Front Pembebasan Nasional Kanak dan Sosialis).
Namun, peta politik tahun ini pecah. Gerakan UNI (Union Nationale pour l’Indépendance) memisahkan diri dari FLNKS dan maju secara terpisah setelah dua pilar utamanya, PALIKA dan UPM, keluar pada Agustus 2024. Situasi ini diperparah dengan munculnya rekor jumlah daftar partai "moderat" dan "tengah" yang mengusung jalan tengah, meskipun terancam gagal mencapai ambang batas parlemen sebesar lima persen suara.
Isu utama yang mendominasi kampanye adalah pemulihan ekonomi pasca-kerusuhan dan krisis sektor transportasi serta kesehatan. Jalur penerbangan domestik Air Calédonie ke pulau-pulau luar seperti Kepulauan Loyalty masih terganggu akibat blokade oleh sekelompok warga yang memprotes situasi yang ada.