PAPUA — Kepastian itu disampaikan langsung oleh Direktur Utama Injuorney, Maya Watono, dalam jumpa pers di Jakarta. Ia optimistis perhelatan tahun ini—yang kelima kalinya di Mandalika—akan mendorong dampak ekonomi lebih besar dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp 4,9 triliun.
Maya menekankan bahwa MotoGP bukan sekadar balapan. "Tahun lalu impact ekonomi Rp 4,9 triliun. Juga penyerapan tenaga kerja lokal, peningkatan SDM juga terlihat," ujarnya.
Untuk edisi 2026, seluruh marshal yang bertugas adalah warga lokal NTB. Menurut Maya, ini bukti nyata kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut terus meningkat.
Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, mengakui dampak positif dari setiap pergelaran MotoGP. "Lebih dari 600 UMKM terlibat dan ini membuka peluang investor untuk datang ke NTB," katanya.
Indah menambahkan, Mandalika kini menjadi magnet wisatawan dan investor. Ia berharap rasa memiliki terhadap sirkuit ini tidak hanya dimiliki warga NTB, tetapi seluruh masyarakat Indonesia. "Sehingga dengan rasa memiliki ini, semuanya ikut mensukseskan," ucapnya.
Wagub Indah juga membuka pintu selebar-lebarnya bagi investor. Ia mencontohkan capaian okupansi hotel dan penambahan extra flight setiap kali event berlangsung. "Posisi NTB yang berdampingan dengan Bali dan Bajo juga menjadi daya tarik lain," tambahnya.
Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menyatakan dukungan penuh untuk kelancaran MotoGP Mandalika 2026. Ia mengakui persaingan dengan negara lain makin kompleks, tetapi optimistis berkat gotong royong.
"Setelah 5 tahun, kita rasakan hasil-hasil pertumbuhannya yang sangat meningkat setiap tahun. Penonton meningkat, pertumbuhan ekonomi meningkat, talenta pun menunjukkan pertumbuhan. Mari kita sukseskan bersama," kata Erick.
Tiket bisa dibeli secara online melalui website MotoGP Indonesia. Pembelian offline juga tersedia di Sarinah, Jakarta. Hingga berita ini diturunkan, harga tiket belum tercantum di portal resmi. Injuorney memastikan penjualan dibuka mulai hari ini.