JAYAPURA — Sebanyak 230 atlet dari enam kabupaten dan satu kota di Provinsi Papua berlaga di Kejurda Atletik Piala Gubernur Papua 2026. Kompetisi yang berlangsung selama tiga hari, 18-20 Juni 2026, ini mempertandingkan tiga kategori kelompok umur: Remaja (U-18), Usia 21 tahun (U-21), dan Senior.
Panitia membagi nomor pertandingan ke dalam dua kelompok utama. Pertama, nomor lintasan yang meliputi lari jarak pendek, menengah, gawang, dan estafet. Kedua, nomor lapangan seperti lompat jauh, lompat tinggi, tolak peluru, lempar cakram, dan lempar lembing.
Ketua Panitia Pelaksana, Natir Renyaan, menyatakan bahwa ajang ini merupakan alat evaluasi pembinaan atlet lokal secara berkelanjutan. “Kami ingin menjaring atlet-atlet berbakat untuk masuk ke program Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Papua,” ujarnya.
Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, dalam sambutannya menekankan peran strategis atletik. Menurutnya, cabang olahraga ini menjadi dasar bagi cabang lainnya karena melahirkan kecepatan, kekuatan, ketahanan, disiplin, dan mental juara. “Dari lintasan atletik inilah lahir pondasi prestasi olahraga di Tanah Papua,” kata Gubernur.
Ia juga berpesan kepada para atlet untuk bertanding dengan semangat dan disiplin, namun tetap menjunjung tinggi sportivitas. “Keikutsertaan para atlet menunjukkan bahwa semangat olahraga di Papua terus tumbuh dengan baik,” tambahnya.
Berdasarkan data panitia, dari total 230 peserta, 160 di antaranya adalah atlet putra dan 70 atlet putri. Mereka berasal dari kontingen yang tersebar di wilayah Provinsi Papua. Kompetisi ini menjadi panggung pembuktian bagi atlet muda yang ingin menembus level nasional.
Natir Renyaan menambahkan bahwa hasil kejuaraan ini akan menjadi dasar seleksi untuk mempersiapkan atlet menuju Pra-Kualifikasi PON. Evaluasi berkelanjutan dinilai penting untuk mempertahankan tradisi prestasi atlet Papua di kancah nasional maupun internasional.