MANOKWARI — Langkah antisipasi itu diumumkan Kamis (18/6/2026) menyusul sosialisasi pencegahan penyakit yang sudah digelar sejak Rakernas Pesparawi di Manokwari. Salah satu materi utama yang ditekankan adalah pencegahan malaria dan penyakit lain yang ditularkan melalui gigitan nyamuk.
Alwan mengimbau peserta membatasi aktivitas luar ruangan pada malam hari. Jika terpaksa, mereka diminta mengenakan pakaian lengan panjang, celana panjang, dan menggunakan lotion antinyamuk.
“Kalau ada kegiatan malam hari, peserta dianjurkan memakai pakaian yang melindungi tubuh dan menggunakan repelan untuk mencegah gigitan nyamuk,” ujarnya.
Selain perlindungan individu, tim kesehatan melakukan survei jentik nyamuk dan penyemprotan di sejumlah lokasi penginapan. Kegiatan difokuskan pada 13 penginapan non-hotel yang digunakan peserta.
“Kami memastikan tidak ada genangan air yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Penyemprotan sudah dilakukan dan akan terus dilanjutkan secara bertahap,” kata Alwan.
Panitia membentuk tim medis di empat venue perlombaan dan seluruh lokasi penginapan. Seluruh puskesmas di Manokwari dilibatkan bersama rumah sakit rujukan terdekat untuk memperkuat pelayanan dan penanganan darurat.
Obat-obatan, peralatan kesehatan, dan layanan pemeriksaan kesehatan disiapkan di sejumlah titik strategis. Salah satunya di Lapangan Borarsi yang menjadi lokasi pembukaan Pesparawi.
Panitia juga menyiapkan pos kesehatan di kawasan RTP Borarsi dan Bandara Rendani. Pos tersebut didukung dokter spesialis untuk mengantisipasi kebutuhan layanan medis yang lebih kompleks.
Sementara itu, RSUD Papua Barat dan RS Angkatan Laut ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan bagi tamu VIP dan pejabat yang hadir. Kedua fasilitas kesehatan telah menyiapkan skema pelayanan dan penanganan medis sesuai kebutuhan selama kegiatan berlangsung.