JAYAPURA — UNIKA Fajar Timur resmi dipersiapkan sebagai universitas Katolik pertama di Tanah Papua, menjawab kerinduan umat Katolik setempat yang telah muncul sejak Sinode Keuskupan Jayapura tahun 2006. Rektor UNIKA Fajar Timur, Pastor Dr. Konstantinus Bahang, OFM, menyatakan bahwa pendirian universitas ini merupakan langkah strategis Gereja Katolik dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di Papua.
“Universitas ini diharapkan menjadi basis intelektual bagi umat Katolik sehingga memiliki kapasitas, otoritas, dan kredibilitas dalam berkontribusi di tengah masyarakat,” ujar Pastor Konstantinus dalam konferensi pers di Jayapura, Jumat (19/6/2026).
Berbeda dengan perguruan tinggi Katolik lainnya di Indonesia, UNIKA Fajar Timur merancang kurikulum yang sesuai dengan konteks budaya, antropologi, dan kebutuhan masyarakat Papua. Pengembangan kurikulum akan mengakomodasi unsur budaya lokal serta kebutuhan pembangunan daerah.
Wakil Rektor II UNIKA Fajar Timur, Dr. Frans Pekei, M.Si, mengatakan bahwa seluruh mahasiswa akan memperoleh materi pembelajaran kontekstual, termasuk filsafat logika, etnografi Papua, ilmu lingkungan, dan hak asasi manusia. “Pengetahuan-pengetahuan ini penting karena sangat relevan dengan kondisi sosial dan budaya Papua,” ujarnya.
Isu ekologi menjadi perhatian utama dalam pengembangan kurikulum, sejalan dengan arah kebijakan Gereja Katolik global yang mendorong kepedulian terhadap lingkungan hidup. Setiap program studi akan mengintegrasikan perspektif ekologis dan nilai-nilai kemanusiaan, termasuk penghormatan terhadap hak asasi manusia.
Pada tahap awal, UNIKA Fajar Timur membuka tiga fakultas utama. Fakultas Teologi menaungi Program Studi Teologi dan Program Magister (S2) Teologi Pastoral yang telah berjalan sebelumnya. Fakultas Sains dan Teknologi membuka Program Studi Farmasi, Teknik Sipil, dan Arsitektur. Adapun Fakultas Ekonomi dan Bisnis membuka Program Studi Akuntansi.
Pastor Konstantinus menegaskan bahwa jumlah program studi tersebut masih akan terus berkembang sesuai kebutuhan masyarakat dan kesiapan institusi di masa mendatang.
Dari sisi biaya, UNIKA Fajar Timur menawarkan biaya pendidikan yang kompetitif dibandingkan sejumlah perguruan tinggi di Papua. Biaya pendaftaran ditetapkan sebesar Rp200 ribu, sedangkan biaya pendidikan berkisar antara Rp3 juta hingga Rp5 juta per semester untuk program umum. Beberapa program khusus memiliki biaya di atas Rp10 juta.
Kampus sementara akan beroperasi di SMA Katada sambil menunggu pembangunan kampus permanen dalam beberapa tahun ke depan. Untuk memperkuat pembinaan mahasiswa, UNIKA Fajar Timur juga mengembangkan program Campus Ministry yang berfungsi sebagai wadah pembentukan karakter, penguatan spiritualitas, dan pendampingan mahasiswa.
Pendaftaran mahasiswa baru gelombang kedua dibuka hingga 7 Juli 2026. Frans Pekei menegaskan bahwa seleksi yang dilakukan bukan untuk menentukan lulus atau tidak lulus, melainkan untuk memetakan minat, bakat, dan potensi calon mahasiswa sehingga dapat memperoleh pendampingan yang tepat selama masa studi.
Selain sebagai lembaga pendidikan, UNIKA Fajar Timur diarahkan menjadi pusat studi dan penelitian yang fokus pada berbagai persoalan strategis di Papua. Hasil penelitian tersebut diharapkan menjadi dasar kerja sama dengan pemerintah maupun berbagai lembaga dalam mendukung pembangunan daerah.