PAPUA — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tiba di Kompleks Makam Astana Giribangun, lereng Gunung Lawu, sekitar pukul 16.30 WIB. Ia disambut Pelaksana Harian Komplek Astana Giribangun Mbah Sukirno, Bupati, Dandim, dan Kapolres Karanganyar. Sebelum memasuki area inti, rombongan menjalani transit di Wisma Lerem, tradisi wajib bagi pejabat tinggi negara yang berziarah di kompleks tersebut.
Setelah transit, Kapolri melepas sepatu dan duduk lesehan di area utama makam. Rangkaian diawali ucapan selamat datang dari ketua pelaksana, dilanjutkan pembacaan doa. Jenderal Sigit kemudian meletakkan karangan bunga di depan pusara Soeharto dan melakukan penghormatan.
Ia mengalungkan bunga ronce serta menaburkan bunga melati ke lima makam keluarga yang berada dalam satu ruangan. Secara berurutan dari kanan ke kiri: makam Ibu Hj. Fatimah Siti Hartinah Soeharto (Ibu Tien), Jenderal Besar TNI (Purn.) H. Muhammad Soeharto, Hj. B. R. Ay. Hatmanti Soemoharjomo, K.P.H. Soemoharjomo, dan Ibu R. Ay. Siti Hartini Oudang.
Jenderal Sigit menegaskan ziarah estafet ke makam para mantan presiden menjadi momentum merefleksikan dasar perjuangan bangsa. “Tentunya rangkaian kegiatan yang kami laksanakan kali ini merupakan bagian dari tradisi kami untuk bisa menyerap dan menggali nilai-nilai dari para pemimpin bangsa,” ujarnya.
Menurut Kapolri, tradisi ini penting bagi institusi Polri yang memiliki amanah mempertahankan warisan para pendahulu. “Nilai-nilai yang diwariskan ini harus kita jaga dan kita pertahankan, menjadi kekuatan positif untuk terus kami kembangkan sebagai spirit institusi,” lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, Kapolri mengajak masyarakat mendoakan masa depan Indonesia. “Mohon doa bagi kita semua, bangsa ini, masyarakat, dan negara agar ke depan semuanya bisa kita jaga dan menjadi negara yang baik, besar, sesuai cita-cita para pendiri bangsa,” tuturnya.
Jenderal Sigit mengingatkan peran krusial kepolisian dalam mengawal stabilitas kamtibmas. “Polri memiliki kewajiban untuk mengawal dan menjaga stabilitas kamtibmas agar pembangunan, agar cita-cita negara untuk mewujudkan visi Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045 betul-betul bisa berjalan,” pungkasnya.