AGATS — Rapat yang digelar sehari sebelum kedatangan Wapres ini menjadi forum finalisasi teknis pergerakan rombongan dari Bandara Ewer menuju pusat ibu kota Kabupaten Asmat. Gubernur Safanpo menekankan pentingnya koordinasi solid antarinstansi, terutama untuk sistem pengamanan dan mobilitas di medan yang khas Papua.
Dalam kunjungannya nanti, Wapres Gibran dijadwalkan meninjau sejumlah titik yang mewakili potensi dan layanan dasar di Asmat. Keempat lokasi tersebut meliputi Museum Kebudayaan dan Kemajuan Asmat, Sekolah Lapang Sagu, RSUD Perpetua J. Safanpo, serta Gereja Katedral Salib Suci Agats.
Pemilihan lokasi ini menunjukkan fokus pada pelestarian budaya, ketahanan pangan lokal berbasis sagu, dan infrastruktur kesehatan serta keagamaan. Museum Kebudayaan Asmat misalnya, menjadi ikon identitas masyarakat setempat yang mendunia.
Rakorwil ini dihadiri perwakilan Sekretariat Wakil Presiden, Paspampres, Pangdam XXIV/Mandala Trikora Mayor Jenderal TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia, serta jajaran Forkopimda terkait. Kehadiran Pangdam dan Paspampres mengindikasikan standar pengamanan tinggi yang diterapkan untuk kunjungan pejabat negara ke wilayah pedalaman.
Bupati Asmat Thomas Eppe Safanpo dan Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze juga turut hadir dalam rapat tersebut, menunjukkan sinergi antarkabupaten di Provinsi Papua Selatan dalam menyukseskan agenda nasional ini.
Selain agenda peninjauan, Wakil Presiden dijadwalkan menggelar diskusi bersama para kepala kampung. Forum ini dirancang untuk menyerap aspirasi masyarakat Asmat secara langsung, menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah pusat dan warga di ujung timur Indonesia.
Gubernur Safanpo menegaskan bahwa koordinasi yang solid menjadi kunci kelancaran kunjungan, terutama mengingat karakteristik geografis Asmat yang sebagian besar wilayahnya berupa sungai dan rawa. Mobilitas rombongan dari Bandara Ewer ke Agats memerlukan pengaturan ketat agar tepat waktu dan aman.