BKKBN Papua Perkuat Perencanaan Keluarga di Wamena Lewat Program 1.000 Hari Pertama Kehidupan untuk Cegah Stunting

Penulis: Yasir  •  Senin, 22 Juni 2026 | 20:55:31 WIB
Kepala BKKBN Papua Charles Brabar menegaskan pentingnya perencanaan keluarga sejak masa kehamilan di Wamena.

WAMENA — Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Papua Charles Brabar menekankan bahwa kesejahteraan keluarga harus dimulai sejak perencanaan kehamilan. Ia menyebut orang tua perlu menyiapkan segala sesuatu saat janin masih di dalam kandungan agar tumbuh kembang anak optimal.

“Berbicara kesejahteraan itu perlu perencanaan yang baik dari sebuah keluarga, terutama ibu dan ayah yang telah merencanakan segala sesuatu sewaktu janin masih di dalam kandungan,” kata Charles di Wamena, Senin.

Program 1.000 Hari Pertama Kehidupan Jadi Andalan

Charles menjelaskan, program 1.000 hari pertama kehidupan dimulai sejak janin dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun. Ini menjadi intervensi paling krusial karena masa tersebut menentukan kualitas fisik dan kognitif anak di masa depan.

“Kami itu melaksanakan berbagai program kependudukan yang dimulai dari dalam kandungan hingga lansia atau orang tua,” ujarnya.

Lima Program Terintegrasi untuk Semua Tahapan Usia

Setelah anak bertumbuh, BKKBN Papua menyiapkan sejumlah program lanjutan. Di antaranya taman asuh sayang anak (Tamasya) dan gerakan orang tua asuh cegah stunting (Genting). Keduanya dirancang untuk memastikan pengasuhan anak berjalan baik di lingkungan keluarga.

Selain itu, terdapat Gerakan ayah teladan Indonesia (Gati) yang mendorong peran aktif ayah dalam pengasuhan. Program Lansia berdaya (Sidaya) juga disiapkan untuk kelompok usia lanjut, serta Super Apps Keluarga Indonesia sebagai platform digital pendukung.

Charles menambahkan, kelima program tersebut dirancang untuk menjawab tantangan kependudukan di berbagai tahapan kehidupan keluarga. “Tentu tujuannya mempercepat pembangunan keluarga berkualitas, menurunkan stunting dan meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui pendekatan terintegrasi,” katanya.

Stunting Masih Jadi Pekerjaan Rumah di Papua

Angka stunting di Provinsi Papua masih menjadi perhatian serius pemerintah pusat maupun daerah. Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) sebelumnya mencatat prevalensi stunting di Papua masih di atas rata-rata nasional, sehingga intervensi sejak dini melalui program 1.000 HPK dinilai strategis.

Dengan penguatan perencanaan keluarga ini, BKKBN Papua berharap setiap keluarga di Wamena dan sekitarnya mampu mempersiapkan generasi yang lebih sehat dan berkualitas. Fokus pada pengasuhan, pemberdayaan lansia, dan kolaborasi ayah menjadi kunci keberhasilan program ke depan.

Reporter: Yasir
Sumber: papua.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top