JAYAPURA — Penghargaan itu diberikan kepada Pemkab Jayawijaya dalam kategori penurunan tingkat pengangguran. Bupati Atenius Murib, Selasa, mengungkapkan bahwa capaian ini tidak terlepas dari sejumlah program perluasan lapangan kerja yang tidak hanya mengandalkan rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN).
Salah satu langkah konkret yang disebutkan Bupati Atenius adalah mengirimkan 50 anak jalanan untuk mengikuti pelatihan keterampilan di Yogyakarta dan Semarang. Pelatihan ini difokuskan pada pengembangan mental, rohani, dan kesehatan para peserta.
"Salah satu upaya yang telah dilakukan ialah mengirimkan sebanyak 50 anak-anak jalanan untuk mengikuti pelatihan ketrampilan Yogyakarta dan Semarang untuk mengembangkan mental, rohani, dan kesehatan," kata Murib dalam pernyataan yang diterima di Jayapura.
Pemkab Jayawijaya juga tengah menyiapkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang ditargetkan mampu menyerap tenaga kerja lokal secara lebih masif. Selain itu, pemerintah daerah menargetkan pengelolaan lahan persawahan seluas 700 hektare pada tahun ini.
"Tahun ini juga kami menargetkan pengelolaan lahan seluas 700 hektare persawahan dan dengan adanya program ini diharapkan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat," ujar Bupati Atenius.
Di sisi lain, masyarakat setempat juga didorong untuk mengembangkan potensi hortikultura di masing-masing distrik. Langkah ini dinilai strategis untuk meningkatkan ekonomi keluarga secara mandiri tanpa harus bergantung pada sektor formal.
Bupati Atenius memberikan apresiasi kepada Kemendagri atas penghargaan tersebut. Menurutnya, pengakuan ini menjadi motivasi bagi jajarannya untuk terus meningkatkan layanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
"Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan layanan publik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya lagi.