JAYAPURA — Gubernur Papua Mathius D Fakhiri menyebut program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) telah merealisasikan pembangunan dan preservasi jalan sepanjang 35,60 kilometer di lima kabupaten. Kelima daerah itu adalah Jayapura, Sarmi, Biak Numfor, Waropen, dan Keerom.
“Kami sangat memberikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Prabowo yang sudah menghadirkan program IJD. Pembangunan infrastruktur jalan tersebut memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam memperlancar mobilitas orang dan distribusi barang dari kampung menuju pusat-pusat ekonomi di daerah,” ujar Mathius di Jayapura, Selasa.
Program IJD di Papua mencakup preservasi dan peningkatan jalan di sejumlah titik strategis. Berikut rincian paket pekerjaan yang telah rampung:
Mathius menjelaskan pembangunan jalan menjadi kebutuhan mendesak di Papua yang menghadapi tantangan geografis berat, mulai dari pegunungan hingga wilayah kepulauan. Akses darat yang terbatas selama ini menghambat distribusi hasil bumi warga ke pasar.
“Karena itu, kami sangat mendorong agar program pembangunan jalan terus dilanjutkan melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional di wilayah Papua,” katanya.
Pada 2026 mendatang, Pemprov Papua telah mengusulkan tujuh paket jalan baru untuk masuk dalam program IJD. Meski masih dalam tahap verifikasi, Mathius berharap seluruh usulan tersebut dapat disetujui Presiden Prabowo.
“Untuk Papua sebenarnya ada banyak usulan, tetapi dari hasil verifikasi baru tujuh yang sudah masuk. Meski begitu, kami akan terus mendorong pembangunan infrastruktur di Bumi Cenderawasih,” tambahnya.
Pembangunan jalan ini diharapkan memangkas waktu tempuh warga menuju fasilitas umum dan pasar, sekaligus menekan biaya logistik yang kerap tinggi di Papua akibat medan sulit.