PAPUA — Startup otomotif yang didukung Jeff Bezos, Slate Auto, akhirnya mengonfirmasi banderol resmi untuk pick-up dan SUV listrik kompak mereka. Angka USD 24.950 (sekitar Rp 399 juta) menempatkan kendaraan ini di posisi paling bawah dalam daftar harga mobil baru di Amerika, mengalahkan kompetitor sekelasnya.
Slate Auto mengusung pendekatan minimalis. Tidak ada layar raksasa atau fitur mewah berlebihan. Fokusnya pada fungsi dasar kendaraan komersial dan pribadi dengan biaya kepemilikan rendah.
Motor listriknya menghasilkan 180 tenaga kuda—sekitar 65 hp lebih besar dari mesin Ford Ranger 4 silinder tahun 1996. Baterainya mampu menempuh jarak 205 mil (330 km) dalam sekali pengisian daya. Performa ini dinilai cukup untuk kebutuhan harian pekerja lapangan, lulusan baru, atau armada niaga lokal yang tidak membutuhkan truk 3/4 ton.
Di sisi lain, Ford tidak tinggal diam. Dalam pengumuman terpisah yang dirangkum dalam episode Quick Charge, Ford menyatakan tengah mengembangkan platform kendaraan listrik terjangkau generasi baru. Pabrikan asal Dearborn itu percaya diri bisa unggul dibanding produk China dalam hal biaya produksi dan daya tahan.
Belum ada detail spesifik mengenai model atau harga yang ditawarkan Ford. Namun, pernyataan ini jelas merupakan respons langsung terhadap agresivitas harga dari pemain baru seperti Slate Auto dan tekanan dari merek-merek asal China yang mulai merambah pasar global.
Berita lain datang dari Orange EV. Produsen truk listrik terminal tugas berat ini mengumumkan pengiriman unit ke-2.000 kepada pelanggannya, Coke Canada. Total jarak tempuh yang telah diakumulasi oleh seluruh armada Orange EV mencapai 33 juta mil.
Capaian ini menandai dominasi Orange EV di segmen truk terminal listrik berat, sebuah ceruk pasar yang sebelumnya didominasi mesin diesel. Keandalan dan biaya operasional yang lebih rendah menjadi daya tarik utama bagi operator logistik besar.
Masih dalam episode yang sama, kemitraan antara Tesla dan Sunrun diumumkan untuk membangun pembangkit listrik virtual (virtual power plant) berkapasitas 16 gigawatt yang akan memasok data center. Langkah ini menunjukkan integrasi antara kendaraan listrik, penyimpanan energi rumah, dan kebutuhan infrastruktur digital yang terus melonjak.
Podcast Quick Charge dari Electrek ini menjadi wadah bagi berita-berita strategis sektor elektrifikasi, mulai dari harga kendaraan, persaingan pabrikan, hingga inovasi energi. Episode selanjutnya dijadwalkan rilis beberapa kali seminggu.