PAPUA — Kepastian pahit ini disampaikan Erick Thohir di Jakarta, Rabu (24/6/2026). PSSI tak bisa berbuat banyak setelah OCA selaku penyelenggara Asian Games memangkas jumlah peserta cabang sepak bola putra menjadi hanya 16 tim. Kriteria seleksinya merujuk pada performa di ajang Piala AFF U-23 dan kualifikasi Piala Asia U-23, bukan lagi berdasarkan peringkat Asia umum.
Indonesia sejatinya langganan tampil di Asian Games, tercatat sudah 11 kali berpartisipasi. Namun, edisi 2026 di Jepang menerapkan sistem kualifikasi yang lebih ketat. OCA memutuskan hanya tim yang lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2026 yang berhak mengisi slot Asian Games.
Kegagalan Garuda Muda di babak kualifikasi Piala Asia U-23 membuat peringkat mereka kalah dari 16 negara Asia lainnya. Alhasil, tiket ke Jepang pun sirna. “Tidak (main untuk Asian Games 2026), AFC sudah ada keputusan kalau kita tak bisa main,” ujar Erick Thohir kepada awak media.
Upaya diplomatik sempat dilakukan. Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) melalui Raja Sapta mengajukan protes resmi ke OCA dan AFC. Menurut Raja Sapta, kebijakan yang menyandingkan kualifikasi Asian Games dengan Piala Asia ini tidak lazim dan tidak adil bagi tim yang konsisten berpartisipasi seperti Indonesia.
Sayangnya, protes tersebut kandas. AFC dan OCA tetap pada keputusan awal. Mereka bergeming dan tidak memasukkan nama Indonesia dalam daftar 16 kontestan Asian Games 2026 yang akan berlangsung pada September hingga Oktober mendatang.
Erick Thohir menegaskan PSSI menerima keputusan ini dan akan fokus pada pembenahan. Ia berharap kegagalan ini menjadi momentum untuk memperbaiki sistem pembinaan usia muda agar kejadian serupa tak terulang. “Harapannya di kesempatan musim depan, Timnas U-23 bisa mengikuti ajang Asian Games lagi,” pungkasnya.
Absennya Indonesia dari Asian Games 2026 menjadi pukulan telak bagi skuad Garuda Muda yang sebelumnya tampil kompetitif di berbagai turnamen. Kini, PSSI harus segera berbenah dari hulu ke hilir jika ingin melihat Timnas U-23 kembali berlaga di panggung olahraga Asia.